Warga Labuhan Lombok sesalkan pernyataan Ketua LPA Lotim

2 min


80 shares
Pemandangan di Pelabuhan Kayangan, Labuhan Lombok, Lombok Timur. foto : ist

kicknews.today – Warga Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya menyesalkan  pernyataan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lombok Timur, Judan Putrabaya. Pernyataan itu terkait  Desa Labuhan Lombok yang dianggap tempat prostitusi anak.

Perwakilan pemuda Labuhan Lombok, Muhammad Kasim meminta kepada Ketua LPA agar membuktikan pernyataan yang di lontarkan di  salah satu media online tersebut.   Klarifikasi dimaksud dengan meminta hasil investigasi berupa foto, rekaman suara, video dan percakapan transaksi dengan mucikari.
“Saya sudah hubungi dia meminta bukti hasil investigasi. Sampai sekarang dia (Judan) tidak memberikan,” katanya.

Dia mengapresiasi apabila kasus prostitusi anak berhasil diungkap oleh LPA. Masyarakat siap berkoordinasi untuk mengungkap praktik haram tersebut. Tetapi secara etika, LPA tidak boleh langsung mengerucut atau menyebut wilayah. Apalagi menuding tiga rumah diduga dijadikan tempat prostitusi.
“Ada anak berpakaian sekolah masuk ke rumah itu. Bisa dipastikan tidak anak itu pelakunya?. Jangan – jangan memang itu rumahnya. Tidak boleh langsung memvonis,” sesalnya.

Adapun data yang diungkap adalah kasus tahun 2017 -2018 dianggapnya tidak sesuai dengan konteks saat ini. Sepengetahuannya, NGO selalu merilis temuan kasus tiap tahun. Data sebelumnya hanya sebagai pembanding.

“Saya banyak bergaul dengan teman-teman NGO di NTB. Data disampaikan saat merilis yang ditangani saat itu. Bukan menyebut kasus lama-lama untuk dikonsumsi sekarang,” ungkapnya.
Tudingan Ketua LPA Lotim sudah diketahui oleh warga Labuhan Lombok. Masyarakat merasa keberatan karena kasus ini merusak nama baik desa. Apalagi Judan memposting berita ke akun media sosial pribadinya. “Ini pencemaran nama baik desa kami,” ucapnya.

Proses negosiasi dengan meminta Ketua LPA Lotim menghapus postingan dan menarik kembali berita tersebut telah dilakukan. Jika kasus prostitusi anak di Desa Labuhan Lombok tidak bisa dibuktikan dengan melampirkan data, warga mengancamkan melaporkan kasus itu ke aparat kepolisian.
“Kami sudah berikan waktu 3×24 jam untuk menghapus dan dia harus meminta maaf secara terbuka. Jika tidak kasus ini akan dilaporkan ke kepolisian atas dasar pencemaran nama baik,” ucapnya seraya menambahkan rasa keberatan masyarakat sudah disampaikan ke kepala desa.
“Kades mendukung kasus ini dilaporkan ke kepolisian,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua LPA Lotim, Judan Putrabaya mengaku itu masalah lama. Ia menilai topik pembahasan sudah di keluar  konteks. “Eee lagi malas, teman-tenan suka keluar dari konteks pokoknya,” timpalnya.

Ia mengaku sedang fokus bicara dalam konteks anak-anak pekerja migran Indonesia,  kasus yang sedang  heboh. “Ini temuan tahun lalu dan jelas saya sampaikan saat itu bahwa sudah dilakukan penutupan. Saat ini belum ada investigasi lanjutan, nanti kalau ada perkembangan baru saya sampaikan,” jelasnya. Ia juga menegaskan, kawasan itu sudah ditutup oleh Pemda  tahun lalu dan dianggap sudah tuntas. Ia sedang beralih untuk mengurus persoalan lain.   “Kami mau awasi anak-anak agar tidak bertambah positif Corona juluk,” pungkasnya. (Oni)


Like it? Share with your friends!

80 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Senang Senang
0
Senang
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga Bangga
0
Bangga
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Sedih Sedih
0
Sedih
Takut Takut
0
Takut

0 Comments

Komentar

Komentar

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend