Puluhan Rumah Dinas Polres Dompu Beralih Gunakan Listrik Pintar


0
Manajer ULP Dompu Zazit Bustomi saat diterima Wakapolres Dompu Kompol Nurdin Senang

kicknews.today – Sebanyak 40 unit rumah dinas Kepolisian Resor (Polres) Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang sebelumnya memakai kWH meter kini beralih menggunakan listrik prabayar, yang juga dikenal dengan “Listrik Pintar”.

Wakapolres Dompu Kompol Nurdin Senang kepada kicknews.today, Kamis (5/12), menyatakan bahwa lenggunaan listrik prabayar lebih memudahkan dan menguntungkan.

“Dalam hal pemakaian listrik pascabayar dengan prabayar ini cukup banyak kelebihan. Khususnya bagi yang menempati rumah-rumah dinas, keuntungannya dalam memakai listrik prabayar itu ketika ada pindah tugas, maka sudah tidak ada lagi tunggakan. Berbeda dengan listrik pascabayar yang kadang kala masih menyisakan tunggakan dan menjadi beban penghuni berikutnya,” kata Kompol Nurdin.

Sementara Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima Maman Sulaeman mengungkapkan, pihaknya telah bekerjasama dengan Polres Dompu guna memigrasikan penggunaan kWH meter di rumah dinas lingkup Polres setempat.

“Sebelumnya, unit kami di Dompu melakukan sosialisasi terlebih dahulu dalam hal ini dilakukan oleh Manajer ULP Dompu Zazit Bustomi, untuk mengenalkan produk listrik pintar. Alhamdulillah, jajaran Polres Dompu sangat mendukung dan meminta penggantian untuk rumah dinas,” ungkapnya.

Maman menjelaskan, listrik prabayar memiliki berbagai kelebihan, di antaranya tidak ada biaya keterlambatan, pelanggan prabayar diberikan kebebasan untuk membeli pulsa (token) listrik, sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.

“Sehingga pelanggan dapat mengatur anggaran pembelian listrik sesuai kondisi keuangan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Maman, dengan menggunakan listrik prabayar pelanggan juga tidak dikenai biaya beban (abonemen). Sementara jika menggunakan kWh meter pascabayar, pelanggan akan dikenakan biaya beban untuk golongan daya 450 dan 900 Volt Ampere (VA), serta rekening minimum untuk tarif pelanggan di atas 900 VA.

Pun untuk calon pelanggan, biaya pasang baru listrik prabayar juga lebih murah dibandingkan pascabayar. Dimana pada pelanggan pascabayar saat melakukan permohonan pasang baru, terdapat biaya penyambungan (BP) dan uang jaminan langganan (UJL) yang harus dibayarkan.

“Besarnya bervariasi, tergantung tarif dan daya yang diinginkan. Namun pada pelanggan prabayar, pelanggan hanya perlu membayar biaya penyambungan tanpa harus terbebani biaya UJL,” jelasnya.

Terpisah, Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB Taufiq Dwi Nurcahyo, ditemui di ruang kerjanya menyampaikan imbauan kepada pelanggan setia PLN, agar senantiasa efisiean dan bijak dalam menggunakan listrik.

“Gunakan listrik seefisien dan seefektif mungkin, untuk kepentingan dan kemaslahatan kita bersama. Khusus untuk pelanggan PLN di Pulau Lombok yang beberapa waktu lalu, sempat mengalami pemadaman karena adanya perbaikan pada sistem mesin pembangkit, atas nama PT. PLN  (Persero) kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ungkapnya.

Alhamdulillah, saat ini mesin pembangkit yang memasok daya listrik untuk Pulau Lombok sudah mulai normal. Kami mohon doa agar ke depan tidak ada kendala, yang dapat mengganggu pasokan daya kelistrikan di NTB,” tutupnya. (red)

Petugas PLN saat memasang meter Listrik Pintar di salah satu rumah dinas lingkup Polres Dompu

Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Sedih
0
Sedih
Takut
0
Takut
Marah
0
Marah
Senang
0
Senang
Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga
0
Bangga
Terkejut
0
Terkejut

Komentar

Komentar

Share via
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend