OP Gula Pasir, PT. SMS dan Pemprov NTB Sasar Pasar Induk Kota Mataram

3 min


34 shares
OP gula pasir PT. SMS - Pemprov di NTB di Pasar Pagesangan Mataram. foto : vik

kicknews.today – Dinas Perdagangan Provinsi NTB dan Kota Mataram menggandeng PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) di Kabupaten Dompu berkolaborasi untuk menekan harga gula pasir yang masih tinggi. Kolaborasi dalam bentuk Operasi pasar (OP) dengan sasaran dua pasar induk di Kota Mataram.

OP yang berlangsung selama lima hari berturut turut itu, berlangsung di Pasar Pagesangan, Sabtu (30 /5). Sejak dibuka Pukul 08.30 Wita, puluhan warga asal berbagai kelurahan berdatangan.

Salah seorang konsumen, Indah Dinarti mengatakan, walaupun pembeli diharuskan antre dengan jarak 1,5 meter selama pandemi Covid-19. Tak menyurutkan niatnya untuk berbelanja. Ia membeli untuk kebutuhannya menyambut Lebaran Topat, sebuah tradisi sepekan setelah Idul Fitri.

“Gula harus saya beli untuk kebutuhan pra lebaran Topat,” sebut Dinarti, Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Pagesangan Timur Kecamatan Mataram, Sabtu (30/5).

Dinarti menyebut, ia membeli gula pada OP dengan murah sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi), yakni sebesar Rp12.500 per kilogram. Sebelumnya, ujar ibu dua anak ini, ia membeli gula di salah satu toko di Kecamatan Sekarbela dengan harga Rp 16 sampai Rp 17 ribu.

“Mumpung di sini murah, saya beli 2 kilogram untuk stok kebutuhan di rumah. Ini pun kurang. Sayang kan kalau beli di toko dan pasar kalau harganya tinggi,” timpalnya.

Pada proses OP selama lima hari, diawasi langsung Kabid Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Ni Nyoman Darmilaswati dan Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting di Dinas Perdagangan Kota Mataram Sri Wahyunida.

OP gula sebelumnya digelar di Pasar Mandalika mulai tanggal 18 hingga 30 Mei 2020. Sedangkan di Pasar Pagesangan, mulai tanggal 27 hingga 30 Mei 2020.

“Untuk di Pasar Pegesangan, pada tanggal 27 Mei kemarin, sebanyak 250 kilogram gula yang dijual. Nah pada tanggal 28 -29 Mei, sebanyak 500 kilogram dan 400 kilogram. Dan pada hari ini, Sabtu 30 Mei, sebanyak 1.200 kilogram. Kami berterima kasih kepada PT.SMS karena sejauh ini terus mendukung kami dalam kegiatan ini,” sebutnya.

Dalam hitungan jam, gula yang dijual dengan HET itu ludes terbeli. “Kalau saja tidak dibatasi pasti banyak yang beli lebih. Kita batasi dengan batas maksimal pembelian 2 kilogram,” pungkasnya.

Operasi pasar itu digelar sesuai hasil koordinasinya dengan PT. SMS, yang jadi satu-satunya penyedia gula di NTB saat ini. “Ada lima pasar di Mataram yang jadi sasaran OP, namun karena pertimbangan keamanan saat Covid, maka hanya dipenuhi di Mandalika, Dasan Agung dan Pagesangan,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si menjelaskan, operasi pasar ini digelar untuk menstabilkan harga gula di pasar umum dan tradisional. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan berpindah pindah pasar, tergantung permintaan pemerintah setempat.

Kabid Bapokting Disdag kota Mataram, Sri Wahyunida mengungkapkan, OP Gula dari PT SMS ini sangat membantu memasok kebutuhan gula di tengah masyarakat Mataram. Sebelumnya ujar Nida sapaan akrabnya, stok Gula di Mataram menipis. Sehingga harga gula di Mataram sukar ditekan.

“Dengan adanya OP gula dari PT SMS ini semoga bisa menstabilkan harga gula di Mataram. Karena pra lebaran hingga pasca lebaran, harga gula beragam di beberapa toko. Ada yang Rp17 ribu dan Rp16 ribu,” katanya via WhatsApp, Sabtu pagi tadi.

PT SMS memang sejak awal menjamin ketersediaan gula di NTB. Pabrik yang beroperasi di Kabupaten Dompu itu memproduksi sebanyak 500 hingga 600 ton gula setiap hari. Pabrik yang jadi bagian dari Samora Group mengelola lahan 5.500 hektar di Kabupaten Dompu. Pabrik utama di Desa Doropeti, Kecamatan Pekat juga terus beroperasi selama pandemi Covid1-19.

Manajer Media & External Relation PT SMS, Muhammad Haryanto yang memantau langsung proses operasi pasar menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang menjadi penyelenggara kegiatan operasi pasar tersebut.

Hingga OP hari terakhir, di tiga pasar Induk Mataram telah berjalan lancar dan disambut antusias oleh warga masyarakat Mataram.

“Ini artinya, warga benar benar membutuhkan gula sebagai kebutuhan pokok mereka,” ujarnya.

Lanjut kata Haryanto, dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini PT SMS akan terus gelar OP berikutnya di NTB. Sehingga, semasa pandemi Covid-19, akan terus berupaya menambah produksi gula.

“Sebelumnya pada Operasi Pasar pertama hanya 500 kilo per titik. Sekarang ditingkatkan menjadi 1 ton per titik. Minggu kita masih berencana akan menggelar OP berikutnya di wilayah Sumbawa. Kami masih menunggu jadwal dari pemerintah,” tutupnya. (Vik/*)


Like it? Share with your friends!

34 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Senang Senang
0
Senang
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Bangga Bangga
0
Bangga
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Sedih Sedih
0
Sedih
Takut Takut
0
Takut

Komentar

Komentar

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Send this to a friend