BBM naik? Jangan khawatir, anak SMK di Mataram sudah bisa konversi kendaraan listrik

kicknews.today – Pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Sabtu (3/9). Tingginya harga BBM, motor maupun sepeda listrik bisa menjadi solusi.

“Kita harus beradaptasi kemajuan zaman, era teknologi sekarang tentu tidak bisa kita hindari,” kata Hadi Kurniawan ST, guru sekaligus pembimbing siswa untuk inovasi kendaraan Listrik di SMKN 3 Mataram, Selasa (6/9).

Menurutnya, kendaraan seperti mobil, motor dan sepeda listrik adalah solusi di tengah tingginya harga BBM. Meski harga kendaraan listrik masih terbilang mahal dari konvensional, namun momentum ini juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk beralih menggunakan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

“Kendaraan listrik memang sedikit lebih mahal karena memang masih baru dan belum banyak yang beli. Tapi, suatu saat harganya bisa lebih murah,” katanya.

Pada dasarnya, sepeda motor atau mobil listrik jauh lebih irit dari kendaraan konvensional. Bahkan hal itu sudah dibuktikan oleh pemerintah melalui uji coba mobil listrik beberapa waktu lalu.

Contoh sederhananya lagi kata Hadi, sepeda motor listrik hanya membutuhkan Rp2 ribu sekali charger baterai untuk menempuh jarak 60 kilometer. Sedangkan, motor konvensional dibutuhkan pertalite satu liter seharga Rp10 ribu. Di sisi lain, motor listrik ramah lingkungan, tidak berisik dan tanpa polusi, serta hemat biaya setiap bulan.

“Untuk biaya perawatan, motor listrik tidak membutuhkan oli, hingga servis rutin mesin,” katanya.

Hal itu juga telah dibuktikan anak SMKN 3 Mataram yang sukses membuat inovasi yakni mobil E-Formula tenaga listrik. Riset ini dibiayai oleh PLN melalui dana Corporate Social Responsibility atau CSR PLN Peduli PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara.

Bahkan Mobil E-Formula tersebut diundang untuk mengikuti pameran nasional oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) dalam acara Indonesia Elektric Motor Show (IEMS) 2021 dengan tema ” Inovasion For Better Future e-Mobility.

“Formula E ini produksi tahun kedua. Untuk tahun ketiga sekarang kami sedang merancang mobil buggy khusus di tempat wisata dan motor konversi. Untuk sepeda listrik kami rencananya akan bekerjasama dengan ITS khusus untuk desain,” ujarnya.

Ke depan, SMKN 3 Mataram juga berencana mengkonversi motor BBM menjadi motor listrik dengan menggunakan sumber energy baterai untuk masyarakat. Termasuk akan bekerjasama dengan PLN untuk mendorong pelatihan terhadap bengkel agar punya sertifikasi dari Kemenhub.

“Ini yang akan kami upayakan ke depan. Bagaimana bengkel bisa punya sertifikasi. Karena dengan sertifikasi, mereka bisa memproduksi motor listrik yang legal dan diakui pemerintah,” katanya.

Selain itu, SMKN 3 Mataram juga berencana membuat DOLIS (Cidomo Listrik) untuk mempertahankan kearifan lokal Sasak. Menurutnya, Cidomo harus tetap menjadi identitas Sasak meski dengan model terbaru.

“Jadi, semuanya sedang kami rancang dan persiapkan sesuai kebutuhan di era teknologi,” pungkasnya. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI