Bazar Ramadan di Alun-alun Tanjung KLU, pedagang raup omzet jutaan rupiah

Deretan tenda lapak untuk Bazar UMKM di samping alun-alun kota Tioq Tata Tunaq, Tanjung. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) KLU menggelar bazar UMKM selama bulan Ramadan di kawasan Alun-Alun Kota Tanjung. Kegiatan yang melibatkan puluhan pelaku usaha kuliner ini mampu mencatatkan omzet hingga jutaan rupiah per hari, didorong tingginya antusiasme masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag KLU, Harianto mengungkapkan sejumlah pedagang bahkan mampu meraih omzet antara Rp 3 juta hingga Rp 4 juta dalam sehari. Penjualan tersebut dihitung sejak sore hingga menjelang Magrib.

“Kami tanya langsung ke mereka, omzetnya luar biasa. Ada yang tembus Rp 3 juta sampai Rp 4 juta sehari, terhitung dari sore sampai menjelang Magrib. Produk kuliner mereka rata-rata habis terjual,” ujarnya, Jumat (27/02/2026).

Menurutnya, sebanyak 22 UMKM terakomodasi dalam bazar tersebut. Mayoritas pelaku usaha menjajakan aneka kuliner siap saji untuk berbuka puasa. Selain itu, terdapat pula pelaku UMKM di bawah naungan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang menawarkan produk kemasan.

“Yang kita akomodir kemarin itu ada 22 UMKM, itu masih himpunan semua yang jualan di situ. Ada juga dari PLUT untuk produk-produk kemasan,” katanya.

Harianto menjelaskan, pelaksanaan bazar dilakukan tanpa dukungan anggaran khusus. Seluruh kegiatan mengandalkan fasilitas yang tersedia di kantor serta partisipasi swadaya dari para pelaku usaha.

“Kita belum menggelontorkan anggaran khusus untuk paket bazar ini. Semuanya diupayakan secara swadaya. Peralatan kita pakai yang ada di kantor, dan para pelaku UMKM bahu-membahu secara gotong royong. Ini murni gerakan bersama,” jelasnya.

Di sisi lain, pelaksanaan bazar sempat terkendala cuaca buruk. Angin kencang menyebabkan sejumlah tenda roboh dan mengalami kerusakan sehingga harus ditarik sementara untuk penataan ulang.

“Karena angin kencang kemarin ada tenda yang roboh dan rusak, jadi kami tarik dulu. Dari 10 tenda dan 2 terop awal, sekarang yang terinstal tinggal 7 atau 8 tenda,” tuturnya.

Penyesuaian juga dilakukan agar keberadaan bazar tidak mengganggu rangkaian kegiatan Lentera Ramadan di Lapangan Alun-Alun Kota Tanjung. Beberapa tenda besar diganti dengan payung sebagai solusi sementara.

“Mungkin sementara kita sediakan payung saja supaya tidak terkesan menyaingi acara di lapangan. Nanti kalau event sudah selesai, kita prospek lagi tendanya ke situ,” tutupnya. (gii)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI