Antisipasi penyakit LSD, DKP3 KLU awasi ketat ternak dari luar

Sapi milik salah satu peternak di Lombok Utara. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) memastikan hingga saat ini wilayah KLU masih aman dari penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang hewan ternak.

Kepala DKP3 KLU, Tresnahadi menegaskan belum adanya laporan dari petugas lapangan terkait temuan kasus LSD di wilayah Lombok Utara. Meski demikian, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pengawasan lalu lintas ternak, khususnya yang berasal dari luar daerah.

“Sampai saat ini kami masih aman karena belum ada laporan dari teman-teman di bidang peternakan terkait adanya penyakit LSD. Mudah-mudahan kita tidak terkena LSD,” ujar Tresnahadi, Senin (02/02/2026).

Dia menjelaskan, beberapa waktu lalu pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi NTB untuk membahas langkah-langkah antisipasi penyebaran LSD. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah memperketat keluar masuk ternak dari luar daerah, mengingat penyakit tersebut umumnya berasal dari luar wilayah.

“Intinya kita harus memperketat lalu lintas ternak, terutama yang dari luar. Kami juga menghimbau para peternak di Lombok Utara untuk tidak membeli ternak dari luar daerah,” katanya.

DKP3 KLU juga menurunkan petugas ke lapangan yang terdiri dari petugas inseminasi buatan (IB), petugas medis, dan paramedis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ternak secara rutin. Pemeriksaan juga difokuskan di pasar hewan guna memastikan ternak yang diperjualbelikan benar-benar dalam kondisi sehat.

“Kami menugaskan petugas medis di pasar hewan untuk mengecek ternak yang masuk. Jika ditemukan indikasi LSD, ternak tersebut tidak diperbolehkan masuk atau diperjualbelikan di pasar hewan Lombok Utara,” tegasnya.

Dia menambahkan, ciri-ciri hewan ternak yang terindikasi terkena LSD antara lain munculnya bentol-bentol pada kulit yang melepuh dan mengeluarkan cairan. Oleh karena itu, keberadaan petugas medis di lapangan dinilai sangat penting untuk mendeteksi dini penyakit tersebut.

Tresnahadi juga mengimbau masyarakat, khususnya para peternak, agar lebih berhati-hati dan menjaga kesehatan ternaknya dengan baik. Penyakit LSD, menurutnya, sangat merugikan karena dapat menurunkan produktivitas ternak secara signifikan.

“Saya menghimbau agar peternak betul-betul menjaga dan merawat ternaknya, serta tidak membeli ternak dari luar daerah yang memiliki indikasi LSD. Kalau ternak dari luar benar-benar sehat tentu tidak masalah, tetapi harus dipastikan terlebih dahulu,” tutupnya. (gii)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI