Aktivitas gempa bumi di NTB menurun selama November, BMKG catat 386 kejadian

Ilustrasi
kicknews.today – BMKG mencatat 386 kejadian gempa bumi selama November 2025 di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Aktivitas gempa bumi tersebut didominasi kejadian dengan Magnitudo <3.0 dan kedalaman dangkal <60 kilometer. Jumlah tersebut menurun dibanding bulan Oktober sebanyak 528 kejadian gempa bumi. 

Dari 386 kejadian tersebut terdapat 2 kejadian gempa bumi yang dirasakan di wilayah NTB. Kejadian gempa bumi dirasakan terjadi di wilayah NTB pada 15 November 2025 pukul 21.33 Wita dengan M 4,1 dan kedalaman 36 Km dirasakan di Lombok Barat, Lombok Tengah, Kota Mataram III MMI, dan Denpasar II MMI.
 
Kemudian 23 November 2025 pukul 14.57 Wita dengan M 3,9 dan kedalaman 29 Km dirasakan di Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, dan Sumbawa II MMI.
 
Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Sumawan, ST, MM menjelaskan, analisa gempa bumi di wilayah NTB dan sekitarnya Bulan November 2025 dikelompokkan menjadi 4 bagian yaitu gempa bumi berdasarkan magnitudo, frekuensi kejadian, kedalaman tiap kejadian gempa bumi dan dominasi sumber gempa bumi.
 
Berdasarkan grafik frekuensi kejadian gempa bumi Bulan November 2025 terlihat kejadian gempa bumi terbanyak pada tanggal 5 November 2025 sejumlah 20 kejadian. 
 
Berdasarkan besar magnitudonya gempa dengan M < 3 sebanyak 348 kejadian, gempa dengan 3 ≤ M < 5 sebanyak 38 kejadian dan tidak ada kejadian gempa bumi dengan M ≥ 5. 
 
”Pada tanggal 02 November 2025 mendominasi kejadian gempa bumi di Bulan November 2025 dengan jumlah 18 kejadian pada rentang M < 3,” jelasnya. 
 
Berdasarkan kedalaman gempa bumi dengan kedalaman D< 60 km sebanyak 305 kejadian, gempa bumi dengan l60 km ≤ D ≤ 300 km sebanyak 81 gempa bumi dan tidak ada kejadian gempa bumi dengan kedalaman D≥ 300 km.
 
Berdasarkan kondisi Seismisitas Wilayah NTB dan Sekitarnya Bulan November 2025 aktivitas gempa bumi didominasi di daerah sumber gempa bumi Subduksi Lempeng Indo-Australia, dan Flores Back Arc Thrust Segmen Sumbawa.
 
”Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” pungkasnya. (jr)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI