in

Target tak terpenuhi, Wabup Lombok Timur sorot kinerja 2 Bank

kicknews.today – Pemerintah Lombok Timur (Lotim) mengevaluasi realisasi Program Lombok Timur Berantas Rentenir dengan Kredit Tanpa Bunga (Lotim Berkembang). Dalam evaluasi ini, kinerja dua bank penyalur yakni BRI dan BNI disorot.

Evaluasi ini dihadiri Kepala OJK NTB, Bank Indonesia Perwakilan Mataram, BNI Cabang Pembantu Selong, Perwakilan BRI Cabang Selong, Jasindo dan sejumlah OPD terkait lingkup Pemda Lotim.

Wabup Lotim H Rumaksi , meminta komitmen BRI dan BNI sebagai dua bank penyalur untuk menuntaskan target realisasi program tersebut pada akhir tahun ini.
Di Sisi lain, ia juga mengkritisi BRI yang dinilai kurang mendukung karena rendahnya realisasi penyaluran dari bank tersebut. Sampai dengan September, realiasi penyaluran mencapai 2.975 peternak. Dari jumlah tersebut 2.187 melalui BNI dan 788 melalui BRI.

“Kondisi ini dinilai akibat ketidaksamaan pemahaman. Sehingga kesempatan evaluasi ini diharapkan dapat menyatukan kembali pemahaman tersebut, agar target tercapai dengan realisasi lebih dari 5000 peternak yang mendapat program Lotim Berkembang,” kata Rumaksi saat menggelar rapat evaluasi, selasa (7/9).

Selain perbedaan kinerja dua bank tersebut, kata dia koordinasi juga masih perlu ditingkatkan. Terutama, untuk pendampingan dari OPD teknis yaitu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Kinerja dua Bank harus ditingkatkan,” pesannya.

Sementara itu Kepala OJK NTB Rico Rinaldy, mendorong adanya pertukaran informasi dan saling mendukung antara dua bank penyalur untuk percepatan pencapaian target. Sebab ia melihat, Lotim Berkembang merupakan program yang sangat baik.

“Kami berjanji merekomendasikan program ini menjadi generic model untuk dikembangkan secara nasional,” katanya.

Kegiatan evaluasi tersebut menurut Rico, merupakan sarana menemukan solusi serta mengurangi risiko bagi semua pihak.

“Evaluasi ini untuk menemukan solusi,” pungkasnya. (*Oni)

Editor: Ina Tina

Laporkan Konten