in

Lombok Timur jadi pilot project Digital Farming

Kicknews.today – Bupati Lombok Timur Sukiman Azmy menyampaikan apresiasinya, atas bantuan dan dukungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Layanan ini, berupa bantuan untuk masyarakat Lombok Timur melalui berbagai pendampingan. Bupati menyebut sejumlah program yang telah dilakukan BI di Lombok Timur, mulai dari memfasilitasi industri tenun, hingga peternakan dan pertanian.

Khusus di sektor pertanian ungkap bupati, BI telah memberikan bantuan pengembangan pertanian organik untuk klaster cabai, yang ditindaklanjuti dengan penerapan digital farming atau pertanian digital.

“Melalui upaya tersebut kami meyakini, akan mewujudkan efisiensi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produksi hasil pertanian. Demikian pula dengan pemasaran,” kata bupati pada acara peresmian Pilot Project Penerapan Digital Farming di Kelompok Tani Orong Balak, Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Selasa (23/11).

Bupati mengaitkan program ini, dengan komitmen Pemerintah Lombok Timur untuk mewujudkan kota pintar (smart city) yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lombok Timur.

“Semoga program ini dapat bermanfaat,” harapnya.

Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ahmad Fauzi menyampaikan manfaat teknis digital farming bagi kelompok tani. Seperti, dapat memprediksi cuaca secara akurat.

Sehingga lanjutnya, petani mengetahui jadwal tepat untuk melakukan penanaman, memilih komoditas terbaik yang tepat, penggunaan sarana produksi, serta peringatan dini terkait kondisi tanah dan cuaca.

“Dengan begitu petani dapat meminimalisir risiko, serta hasil yang lebih optimal,” katanya.

Kendati demikian, Heru mengingatkan bahwa keberhasilan program ini ada di tangan petani. Tiga prinsip yang harus dipegang ungkapnya, adalah satu visi, satu hati dan satu aksi.

“Dengan program ini diharapkan petani dapat menjadi petani mandiri, sejahtera dan contoh bagi petani lainnya, ” tandasnya.

Sisi lain kegiatan ini tambahnya, merupakan bagian dari upaya memelihara kestabilan nilai rupiah, melalui pengendalian inflasi yang rendah dan stabil, khususnya kelompok volatile food.

“Langkah ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan dan pemberdayaan UMKM yang dilakukan pemerintah daerah,” pungkasnya. (*Oni)

Editor: Ina Tina

Laporkan Konten