in

SukaSuka

Dasan Geria dicanangkan jadi Desa Wisata Unggulan Lombok Barat

Salah satu view pemandangan di Desa Geria Lombok Barat

kicknews.today – Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, dicanangkan menjadi Desa Wisata unggulan di wilayah Kabupaten Lombok Barat.

Rencana tersebut dicetuskan pada Rapat Pleno Desa Dasan Geria dalam menyambut Rencana Strategis Perintisan Pengembangan Desa Wisata pada Rabu (23/6), di SMKN 2 Lingsar.

Kepala Desa Dasan Geria, Muhammad Nawa Komtaresa, mengatakan selama ini arah pembangunan di Lingsar dirasa kurang tepat sasaran.

Untuk itu, Desa telah mengundang beberapa pihak untuk bekerjasama dalam menyususn kerangka pemodelan Desa Wisata unggulan.

“Semua aspek lini kehidupan masyarakat dan perekonomian harus kita perhatikan, terlebih kenyamanan. Inilah yang menjadikan pernak-pernik yang dibangun setelah menjadi Desa Wisata nantinya,” kata Nawa.

Menurut Nawa, Desa yang beranjak usia 139 tahun tersebut sangat cocok menjadi Desa Wisata unggulan. Dikarenakan beberapa program pembangunan strategis sudah dimiliki.

Seperti wisata alam, air, sawah, perekonomian dan UMKM, serta wisata budaya dan religius.

Rapat Pleno Desa Dasan Geria dalam menyambut Rencana Strategis Perintisan Pengembangan Desa Wisata di SMKN 2 Lingsar, Lombok Barat (23/6/2021).

“Desa kami juga menurut orang tua terdahulu, tidak terkena dampak jajahan Belanda waktu itu,” katanya.

Pada prinsipnya kata Nawa, bagaimana menciptakan tatanan yang teratur untuk menciptakan desa wisata yang unggul.

“Pemahaman arah pembangunan dan seterusnya bisa berjalan lebih baik. Kami juga akan meminta para tokoh dan warga agar memiliki kesepahaman arah pembangunan,” katanya.

Selain itu, salah satu pegawai Kecamatan Lingsar, Titin Wilmiatin, mengatakan pihaknya akan mendukungan penuh pembentukan desa wisata. 

“Ini merupakan langkah besar. Apalagi pihak desa mencantumkan beberapa ikon Desa Wisata, bukan hanya wisata alam saja. Jadi ini penting untuk mengetahui sejak awal bagaimana meperkenalkan diri kita sendiri di Desa,” katanya. 

Pihak Desa, kata Titin, perlu membuat maping atau peta konsep untuk mengantisipasi pembangunan desa wisata seni budaya, agama, dan lingkungan. 

“Sebisa mungkin kita menonjolkan adat budaya. Jangan sampai meninggalkan hal itu. Ini merupakan salah satu program yang harus dikedepankan,” katanya.

Apalagi kata Titin, di wilayah Desa sedang ada pembangunan Bendungan Meninting. Pembangunan tersebut harus berdampak positif untuk pengembangan.

“Dengan adanya pembangunan bendungan ini sebisa mungkin bisa meningkatkan tujuan pembentukan Desa Wisata. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelibatan masyarakat juga harus dilakukan,” katanya. 

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Lombok Barat, Erwin Rahman, mengaku dari 119 Desa terdapat 57 Desa Wisata di Lombok Barat

“Alhamdulillah melalui Pleno ini dari 119 Desa, insyaAllah akan menjadi 60 Desa Wisata di Lombok Barat tinggal tunggu SK Bupati,” katanya.

Ia pun meminta pembentukan Desa Wisata ini dapat berlanjut. Untuk itu, kata Erwin, pihak Desa sebisa mungkin dapat menggali potensi yang dimiliki. 

“Desa yang maju itu dengan memanfaatkan potensi alam, ekonomi kreatif, dan seni budaya,” katanya 

Erwin juga menimpal agar Pemdes Dasan Geria bisa berkolaborasi dengan desa tetangga dalam meningkatkan sumber pendapatan dari pembentukan Desa Wisata. (vik)

Editor: Dani

Laporkan Konten