in

BTN Mataram targetkan 3.000 rumah subsidi tahun 2021

Pertemuan BTN Mataram dan para pengembang hunian NTB (5/5/2021)

kicknews.today – PT Bank Tabungan Negara (BTN) wilayah Mataram menarget pembangunan rumah bersubsidi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat capai 3.000 hunian.

Branch Manager BTN Cabang Mataram, Bahruddin mengatakan, untuk mensukseskan pembangunan rumah bersubsidi dengan market yang baik, sejauh ini pihak BTN selalu membangun hubungan yang baik dengan para developer.

“Jadi hubungan baik itu juga kami  bangun  dengan konsumen,” katanya, Kamis (6/5) di Mataram.

Selama ini jelas Bahruddin, peran BTN saat meminjamkan dana ke semua developer tidak mengalami kendala. BTN kata Bahruddin memegang sistem simbiosis mutualisme dengan semua developer.

“Jadi harus saling menguntungkan. Baik dukungan kredit konsumsi. Dan dukungan untuk pembiayaan konsumen,” katanya.

Khusus pembangunan rumah bersubsidi di wilayah Lombok Barat kata dia, dinilainya memiliki perkembangan yang sangat bagus. Baik dari kualitas rumah yang dibangun. “Ini jauh lebih bagus sebelumnya,” katanya. 

Konsep pembangunan rumah bersubsidi dari developer kata Bahruddin, di samping membangun di lokasi yang bagus. Pihak Developer juga sangat jeli melihat akses dan fasilitas yang diberikan kepada konsumen. 

“Konsep seperti itu sekaligus menjadi marketing para developer,” katanya.

Pun, potensi pembangunan rumah bersubsidi tahun 2021 ini jelas Bahruddin secara keseluruhan lebih bagus dibanding tahun 2020 awal pandemi Covid-19 lalu.
Saat ini jumlah developer yang bekerjasama dengan BTN sebanyak 40 developer.

“Itu yang aktif iya. Sebenarnya lebih banyak lagi,” katanya.

Khusus di daerah Sumbawa dan Bima, selama ini potensi penjualan rumah bersubsidi jauh lebih bagus di wilayah Mataram dan Lombok Barat.

“Mungkin karena lingkungan yang tidak jauh dari kota,” katanya.

Ia pun berujar, pada bulan Mei tahun 2021. Jumlah kuota rumah subsidi di wilayah Mataram dan Lombok Barat capai 350 unit.

“Itu memang banyak tersebar di pinggiran di Lombok Barat dan Mataram. Apalagi di Lombok Barat sangat bagus karena ada akses jalan, air dan tanahnya juga bagus,” katanya. 

Deputi Branch Manager BTN Abdul Azis mengatakan pihaknya telah menarget pembangunan rumah bersubsidi di NTB pada tahun 2021 capai 3.000 unit.

Rencana pembangunan rumah bersubsidi tersebut tersebar di beberapa titik di NTB.

“Kita akan bangun sampai Sumbawa bahkan sampai Bima. Dan sebagian besar terkonsentrasi di Lombok Barat,” kata Aziz, Kamis malam (6/5).

Menurutnya, banyak developer yang bekerjasama dengan pihak BTN diminati para konsumen. Khusus di Lombok Barat, pihaknya terus melakukan kerjasama yang baik dengan beberapa developer. 

“Mari kita membagun dengan hati nurani. Pasti akan muncul sebuah doa yang bisa menjadi harapan kita,” kata Aziz. 

Selama pandemi Covid-19, market penjualan mengalami penurunan.

“Kita akui, memang kondisi Pandemi market agak menurun. Hampir semua UMK, pariwisata, hotel terkena dampak. Sektor pariwisata juga menurun,” kata dia.

Saat ini jelas Azis, sebagian besar market penjualan rumah bersubsidi masih konsen pada konsumen ASN di tataran TNI polri. 

Selain itu jelas dia, kunci market dalam penjualan rumah bersubsidi di NTB adalah memberikan produk yang bagus kepada konsumen.  Dengan mengedepankan arsitektur dan konstruksi yang bagus. 
“Jadi ketika membangun dengan yang bagus itu bisa menjadi contoh yang bisa ditiru oleh developer yang lain,” katanya.

Salah satu Developer asal Mataram Surya Mahajana mengatakan selama proses pembangunan rumah bersubsidi di tengah Pendemi Covid-19 tak memiliki kendala. 
Hal itu disebabkan kata Surya, pihaknya selalu membangun sinergi antara pihak Notaris dan pihak Bank. 

“Alhamdulillah progres kita selalu terlampaui di bank dan juga cepat  terselesaikan. Kami juga selalu memberikan yang terbaik kepada pihak bank agar balance. Jadi itulah kuncinya,” jelas Surya.
Selama ini, ia membangun komunikasi yang baik dengan pihak bank dan notaris. Hal itu pun memperlancar kredit user rumah subsidi.

“Intinya kita saling dukung. Pihak bank memantau kita di lapangan. Dan setiap permintaan kita juga selalu diberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan kita,” katanya.

Ia pun berharap, di tengah Pandemi Covid-19 ini, market penjualan rumah subsidi dan non subsidi bisa lancar dan lebih baik untuk kedepannya. (vik/adv)

Editor: Annisa

Laporkan Konten