Abd. Rachman: sekolah agama bukan pesaing sekolah umum

kicknews.today – Langkah yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kota Mataram melalui sekolah-sekolah dasar negeri mendapat apresiasi dari pihak legislatif. Wakil Ketua I DPRD Kota Mataram Abd. Rachman mengatakan penambahan kegiatan kegamaan yang diberlakukan pihak sekolah sebelum dan disela jam belajar merupakan langkah yang baik. Terlepas dari indikasi adanya penurunan animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah umum.

“Perhatian utamanya harus lebih ditujukan pada langkah yang diambil Dinas Pendidikan dan Sekolah Umum melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat. Bukan fokus tentang isu adanya persaingan antara sekolah agama dan sekolah umum,” ungkap Abd. Rachman saat dihubungi melalui telepon selular, (1/8).

Menurutnya perkembangan teknologi informasi dan kemudahan mendapatkan alat komunikasi berjaringan internet beberapa tahun terkahir, secara tidak langsung telah menumbuhkan kekhawatiran dikalangan orang tua. Banyak orang tua dan wali siswa yang merasa harus membentengi anak-anak mereka dengan pembelajaran ilmu keagamaan yang banyak.

“Memang terasa kok kondisi saat ini cukup menghawatirkan. Sehingga pondok pesantren, madrasah dan SD IT semakin banyak menjadi pilihan orang tua siswa untuk menyekolahkan anak mereka,” sambung politisi muda dari partai besutan Prabowo Subianto itu.

“Situasi ini jangan dipandang sebagai bentuk persaingan antara sekolah umum dan sekolah agama. Namun kita semua harus memberi perhatian lebih dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing. Para Orang tua sudah berbuat dengan menentukan pilihan sekolah untuk anak mereka,” ungkap Rachman.

“Maka sudah seharusnya pemerintah juga bergerak cepat dengan membuat kebijakan dan regulasi-regulasi strategis agar semua pihak bisa bekerja keras dan selaras untuk menjaga masa depan anak kita semua, generasi penerus Bangsa ini,” tegas Ketua Gerindra Kota Mataram yang saat ini tercatat bermukim di wilayah Ampenan itu.

Rachman juga menegaskan bahwa selain dengan menambah porsi pendidikan agama. Pemerintah juga tidak boleh lupa dengan cara yang terbukti efektif untuk mempertahankan jati diri sebagai Bangsa Indonesia. Yaitu dengan membentengi anak generasi bangsa dengan pendidikan moral yang telah terkandung dalam ilmu adat dan budaya sendiri.

“Saya akan memberi perhatian khusus tentang kebijakan mengenai pendidikan adat budaya ini. Pendidikan berkarakter budaya lokal juga harus menjadi perhatian utama dalam pola pendidikan kita di Kota Mataram. Jadi pendidikan untuk anak-anak beragama Islam akan terpenuhi, juga dengan tidak melupakan pendidikan moral bagi anak-anak yang non muslim,” tutupnya dengan tegas. (hl)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI