Tarawih di Aula Dinas, Kekuatan pendidikan bukan hanya kurikulum

Suasana tarawih bersama para tenaga pendidik , kepala sekolah dan guru di Aula Dinas Pendidikan Kota Mataram

kicknews.today – Aula Dinas Pendidikan Kota Mataram berubah pada malam Ramadhan. Tempat yang biasanya menjadi ruang rapat dan diskusi kebijakan pendidikan, malam itu berubah menjadi ruang ibadah yang khusyuk. Ratusan guru, kepala sekolah, dan pegawai pendidikan berkumpul untuk melaksanakan shalat tarawih berjamaah, kegiatan sederhana yang sarat makna dalam memperkokoh kebersamaan di lingkungan keluarga besar pendidikan Kota Mataram.

Di tengah lantunan ayat suci Al-Qur’an dan saf yang tersusun rapi, terlihat jelas bahwa Ramadhan bukan hanya momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah pribadi, tetapi juga menjadi ruang membangun ukhuwah islamiah antara lingkungan pendidikan. Para guru yang setiap hari sibuk dengan aktivitas pembelajaran kini berdampingan dalam suasana yang penuh kekeluargaan. Tarawih bersama ini menjadi istimewa karena seluruh petugas, mulai dari imam sholat hingga pengisi ceramah singkat diisi langsung oleh guru Kota Mataram.

M Yusuf Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram menyampaikan bahwa kegiatan tarawih bersama ini memiliki makna yang sangat penting. Bukan sekadar ibadah rutin di bulan Ramadhan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan batin di antara para guru dan tenaga kependidikan.

Menurutnya, iklim pendidikan yang kuat tidak hanya dibangun oleh sistem dan kurikulum, tetapi juga oleh kebersamaan, keteladanan dan nilai-nilai spiritual yang hidup di antara para pendidik.

“Guru bukan hanya pengajar di kelas, tetapi juga teladan dalam kehidupan. Ketika guru menjaga kebersamaan, integritas, dan nilai-nilai agama, maka itu akan menjadi pelajaran hidup bagi anak-anak kita,” ujarnya disela agenda tarawih (04/03).

Ia juga menyampaikan pesan dari Wali Kota Mataram kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua dan siswa, agar bulan suci Ramadhan diisi dengan kegiatan yang membawa kebaikan dan kedamaian. Ia mengingatkan agar anak-anak tidak mengisi malam Ramadhan dengan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban, seperti bermain petasan, perang sarung, ataupun bentuk kegiatan lain yang dapat menimbulkan keributan dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Sebaliknya, bulan Ramadhan hendaknya diisi dengan kegiatan yang memperindah jiwa dan memperkuat keimanan. Anak-anak diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan tadarus Al-Qur’an di masjid dan mushola, mengikuti kegiatan keagamaan, serta membangun kebiasaan-kebiasaan baik yang akan menjadi bekal bagi kehidupan di masa depan.

“Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani. Di bulan ini kita ingin anak-anak kita belajar tentang kesabaran, kebersamaan, dan kedisiplinan. Mari kita isi malam-malam Ramadhan dengan cahaya Al-Qur’an, bukan dengan suara petasan,” pesannya disampaikan kepada para guru agar turut menyampaikannya kepada siswa dan masyarakat.

Kegiatan tarawih bersama ini menjadi simbol bahwa dunia pendidikan tidak hanya berbicara tentang kecerdasan intelektual, tetapi juga tentang pembentukan karakter, integritas, dan akhlak mulia. Ketika para guru berkumpul dalam ibadah, lahirlah kekuatan moral yang kelak akan ditransmisikan kepada anak didik.

Kegiatan Ramadhan di Aula Dinas Pendidikan Kota Mataram malam itu itu juga menyalakan harapan, bahwa dari kebersamaan para guru, akan lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan mencintai kedamaian.

“Karena sejatinya, pendidikan tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari keteladanan yang hidup dalam keseharian para pendidiknya.” tutup M Yusuf. (hl)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI