325 rumah di 2 desa Lombok Utara dapat akses air bersih

Tampak pembangunan Pamsimas di Desa Sanyong Mulia Lombok Utara. (Foto. kicknews.today/Ist)

kicknews.today – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun anggaran 2025 membawa dampak signifikan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Sebanyak 325 sambungan rumah (SR) baru kini telah terpasang dan berfungsi di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, serta Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan.

Capaian tersebut membuat sekitar 90 persen warga di dua desa itu kini dapat menikmati akses air bersih secara langsung di rumah masing-masing, setelah sebelumnya harus menghadapi keterbatasan air dalam aktivitas sehari-hari.

Lombok Immersive Edupark

Data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Kawasan Permukiman KLU mencatat, Desa Senaru menjadi penerima sambungan terbanyak dengan 237 SR, disusul Desa Santong Mulia sebanyak 88 SR. Seluruh infrastruktur air minum yang dibangun melalui Pamsimas telah beroperasi dan dikelola secara mandiri oleh pemerintah desa bersama Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS).

Staf Ahli Bupati KLU, Kahar Rizal menegaskan bahwa, manfaat Pamsimas jauh melampaui pembangunan fisik semata. Menurutnya, hadirnya air bersih di rumah warga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Ketika air sudah mudah diakses, beban masyarakat berkurang. Dampaknya terasa pada kesehatan lingkungan dan produktivitas warga yang kini tidak lagi disibukkan mencari air,” ujar Kahar, Kamis (29/01/2026).

Sementara, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR KLU, Rangga Wijaya, menekankan pentingnya keberlanjutan program. Ia menyebut pemerintah daerah berkomitmen melakukan pengawasan dan pendampingan secara berkelanjutan agar sistem yang dibangun tetap berfungsi optimal.

“Kami ingin memastikan program ini benar-benar hidup dan memberi manfaat jangka panjang, bukan sekadar bangunan yang ditinggalkan setelah proyek selesai,” katanya.

Keberhasilan Pamsimas di Desa Senaru dan Santong Mulia dinilai berpotensi menjadi model pengelolaan air bersih berbasis masyarakat bagi desa-desa lain di KLU. Ketua KKM Pamsimas Lokok Bilok Desa Santong Mulia, Misyadin, menyebut pengelolaan dilakukan secara terbuka dengan sistem iuran bulanan yang telah disepakati bersama warga.

“Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama. Kami menjaga transparansi agar kepercayaan warga tetap terpelihara dan layanan air bersih bisa berjalan lancar,” tutupnya. (gii)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI