kicknews.today – Pemanfaatan Alun-Alun Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU) sebagai lokasi kegiatan senam bersama menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Perdebatan tersebut mencuat di media sosial setelah sejumlah warga menilai aktivitas senam yang dilakukan di area gerbang utama alun-alun mengganggu akses masuk serta kenyamanan pengunjung lainnya.
Sebagian warga mengeluhkan lokasi senam yang berada tepat di depan pintu masuk alun-alun, ditambah penggunaan sound system dengan volume tinggi. Kondisi tersebut dinilai mengurangi kenyamanan, khususnya bagi masyarakat yang ingin bersantai atau melintas di kawasan tersebut. Warga pun menyarankan agar kegiatan senam dipindahkan ke bagian dalam lapangan agar lebih tertata dan tidak menghambat akses publik.

Namun demikian, tidak sedikit pula warga yang mendukung aktivitas senam tersebut. Mereka menilai alun-alun sebagai ruang publik yang wajar dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif, termasuk olahraga bersama, selama tidak melanggar aturan dan tetap menjaga ketertiban.
Menanggapi polemik tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara, Agus Jasmani menegaskan, bahwa kegiatan senam di alun-alun tidak menjadi persoalan dan bukan merupakan aktivitas negatif.
“Mereka senam di sana mungkin itu bentuk rasa bangga mereka memiliki alun-alun, asalkan jangan berbuat yang negatif saja. Tapi mungkin selanjutnya mereka bisa senam di dalam,” ujarnya, Senin (26/01/2026).
Agus menjelaskan, ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian masyarakat merupakan bagian dari masa transisi pemanfaatan ruang publik yang baru selesai dibangun. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling memahami dan bertoleransi.
“Untuk sementara waktu, kita semua harus berbesar hati. Semua pihak menunjukkan rasa bangga dengan caranya masing-masing,” katanya.
Meski begitu, Agus menegaskan bahwa aspirasi masyarakat tetap menjadi perhatian. Ke depan, ia mendorong agar penempatan dan pengaturan kegiatan di kawasan alun-alun dapat dikoordinasikan dengan lebih baik demi kenyamanan bersama.
“Tentu ini harus menjadi perhatian bersama. Jika nanti pembangunan alun-alun ini sudah rampung 100 persen, kegiatan-kegiatan seperti senam bisa dilakukan di bagian dalam lapangan, tidak lagi di depan gerbang,” tutupnya. (gii/*)


