Dibuka lagi, Bulog Bima serap jagung petani dengan harga 6.400 per kg

Kepala Bulog Cabang Bima Alfan Ghazali

kicknews.today – Perum Bulog Cabang Bima mulai melayani pembelian jagung petani dengan harga Rp6.400 per kilogram dengan kadar air 14 persen. Sebelumnya, Bulog sempat menutup penyerapan jagung karena gudang full kapasitas.

“Awal tahun 2026, Bulog siap menyerap jagung petani dengan harga Rp6.400 per kilogram sesuai standar kualitas, yakni kadar air maksimal 14 persen. Ki masih pakai harga lama, karena harga terbaru belum ada penetapan dari Bappenas. Kami mengimbau petani untuk memastikan kualitas hasil panennya agar dapat diserap secara optimal,” ujar Pimpinan Bulug Cabang Bima, Alfan Ghazali beberapa hari lalu.

Lombok Immersive Edupark

Alfan menjelaskan, penyerapan jagung petani tahun 2025 tidak berjalan maksimal. Dari target 32 ribu ton per tahun, terealisasi hanya 10 ribu ron.

“Mudah-mudahan tahun ini kami bisa menyerap jagung petani wilayah Bima dan Dompu lebih banyak lagi,” katanya. 

Alfan menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan beberapa gudang baru untuk menampung hasil panen masyarakat. Baik gudang sewa maupun gudang baru di sejumlah titik wilayah Dompu dan Bima.

“Alhamdulillah, tahun ini kami dapat alokasi pembangunan dua gudang baru di Bima dengan kapasitas 5 ribu ton. Kemudian beberapa gudang sewa baru di wilayah Dompu sudah disurvei, seperti di Kecamatan Hu’u, Ginte Kecamatan Woja, dan Lepadi Kecamatan Pajo,” tandasnya.

Alfan menambahkan, nasional menetapkan penyerapan jagung tahun 2026 mencapai 1 juta ton. Dari jumlah tersebut NTB mendapat jatah penyerapan 200 ribu ton dan terbesar secara nasional.

“Untuk kuota Bulog Bima belum ditentukan. Biasanya lebih besar, sama seperti tahun lalu. Sebenarnya target serapan ini tidak relevan dengan kapasitas gudang di wilayah kerja Bulog Bima,” ungkap Alfan. 

Seperti tahun lalu, harga pembelian sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp 6.400 per kilogram dengan kadar air 14. Harga ini tentu membuat petani sedikit untung. Selain itu, Bulog juga menanggung biaya angkut dari lokasi pengangkutan ke gudang Bulog dengan hitungan Rp 200 per kilogram.

“Petani yang ingin menjual jagung di Bulog Bima syaratnya juga lebih mudah dari tahun sebelumnya. Sekarang, petani cukup bawa KTP dan nomor rekening sudah bisa jual jagung,” katanya. 

Penyerapan jagung petani lanjut Alfan, Bulog bekerja sama dengan pihak kepolisian. Sebelum petani menjual jagung ke Bulog, harus melaporkan ke Bhabinkamtibmas wilayah masing-masing. Kemudian Bhabinkamtibmas akan berkoordinasi dengan Bulog untuk penyesuaian waktu agar tidak menimbulkan antrian panjang di gudang.

“Jadi kami saling koordinasi untuk mengurai antrian panjang. Belum lagi proses pembongkaran juga masih manual,” pungkasnya. (jr) 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI