kicknews.today – Semenjak adanya aksi demo dari masyarakat Potonbako di Ekowisata Bale Mangrove di Dusun Potonbako, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Wisata tersebut kian sepi pengunjung, beberapa pedagang mengaku hasil penjualan turun drastis.
Jika pada momen weekend atau liburan, pengunjung sempat ramai bahkan omset yang dihasilkan hampir mencapai Rp. 5.000.000, namun kini terlihat hari Minggu pengunjung tampak sepi.

“Mulai sepi sejak ditutup lalu dibuka kembali dan diganti pengelola lama ke pengelola baru. Sejak saat itu pengunjung sepi, dulu hari Minggu saya dapat jualan Rp 4-5 jutaan, namun kini diangka Rp 100.000,” kata pedagang Bunga (Samaran) pada Minggu (25/1/2026).
Sebagai warga asli Potonbako yang menggantungkan ekonomi dengan berjualan di Bale Mangrove sejak Ekowisata Bale Mangrove ada mulai tahun 2021. Ia menjelaskan jauh perbedaan saat dikelola oleh pengelola lama, pengunjung selalu ramai. Kini, pengunjung tampak sepi meski dihari libur. Namun ia berharap ekowisata Bale Mangrove ramai.
Pedagang lapak lainnya juga mengaku mengalami hal serupa. Kondisi sepi tersebut ia rasakan sejak dibuka kembali Ekowisata Bale Mangrove tersebut, tidak hanya itu, pengelola baru juga tidak mempermasalahkan siapapun untuk berjualan di dalam area mangrove. Hal tersebut membuat semakin banyaknya lapak baru.
“Namun beberapa pedagang juga tutup karena sepi pengunjung dan omzet tak sebanyak dulu, tapi lapak semakin bertambah,” ujar pedagang yang enggan disebut namanya.
Kepala Desa Jerowaru, Muhammad Nasrudin membenarkan hal tersebut. Menurutnya tentu ada perbedaan dalam situasi tersebut.
“Tentu ada perbedaan, yang menjadi alasan sepi juga karena cuaca akhir-akhir ini angin kencang, apalagi didekat pantai,” katanya. (cit)


