kicknews.today – Pasca aksi spontanitas penolakan armada Taksi Bluebird yang mangkal di area Pelabuhan Bangsal, Kecamatan Pemenang pada 29 Desember 2025 lalu kini situasi di lapangan berangsur kembali kondusif. Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) memastikan persoalan tersebut telah diambil alih dan diselesaikan melalui koordinasi lintas pihak.
Ketua Koperasi Wisnuman Bangsal KLU, Raden Bambang Sunarto menyampaikan bahwa saat ini tidak ada lagi armada Taksi Bluebird yang standby atau mangkal di dalam area Pelabuhan Bangsal. Meski demikian, Bluebird tetap diperbolehkan melakukan aktivitas antar-jemput penumpang sebagaimana mestinya.

“Perkembangan terakhir, Bluebird sudah tidak mangkal di dalam pelabuhan. Kami berharap kondisi Bangsal yang selama ini kondusif bisa terus dijaga dan tidak lagi dipancing oleh oknum-oknum yang dapat memperkeruh situasi,” ujar Bambang, Rabu (21/01/2026).
Namun demikian, Bambang menyoroti masih adanya angkutan luar daerah yang memasukkan penumpang ke Bangsal, lalu mangkal di luar kawasan pelabuhan untuk mencari penumpang melalui jasa calo. Praktik tersebut dinilai merusak kesepakatan tarif yang sudah ada dan mengurangi kesempatan pengemudi lokal yang tergabung dalam Koperasi Wisnuman.
“Kami berharap Dinas Perhubungan Provinsi NTB segera mengatur tata kelola transportasi di Pelabuhan Bangsal secara menyeluruh, agar tidak ada pihak yang dirugikan,” tegasnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir kondisi lapangan memang relatif lebih tenang, namun jumlah penumpang cenderung sepi. Hal ini dikhawatirkan dapat berdampak pada mata pencaharian masyarakat lokal dan berpotensi memicu persoalan sosial, termasuk meningkatnya angka kriminalitas di wilayah Lombok Utara, khususnya kawasan 3 Gili Tramena ( Trawangan, Meno, Air).
“Kami memohon dengan sangat hormat kepada para pemangku kebijakan agar mengkaji ulang kebijakan yang dirasa merugikan masyarakat dan pelaku usaha lokal. Kami hanya ingin bekerja dengan tenang serta menjaga Bangsal tetap aman dan nyaman bagi wisatawan,” imbuhnya.
Sementara, Tokoh Masyarakat KLU, Bimbo menyatakan komitmennya untuk menjalin komunikasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta, pengurus Koperasi Wisnuman, serta berbagai pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong keseragaman transportasi koperasi, mulai dari jenis kendaraan hingga seragam pengemudi.
“Ke depan tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan sistem aplikasi online untuk mendukung layanan transportasi koperasi,” ujarnya.
Bimbo juga menegaskan dukungan masyarakat terhadap aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia berharap kehadiran Pamobvit di Pelabuhan Bangsal dapat memberikan rasa aman bagi wisatawan, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Kami ingin Bangsal menjadi barometer pariwisata NTB yang aman, tertib, dan berdaya saing,” tutupnya. (gii/*)


