Aliansi peduli pariwisata Lombok Timur gelar aksi, tuntut kebijakan

Massa aksi bersitegang dengan aparat kepolisian di Kantor Bupati Lombok Timur. Foto: Ist

kicknews.today – Ratusan masa yang tergabung dalam aliansi peduli pariwisata Lombok Timur menggelar aksi pada selasa (20/1/2026). Mereka menuntut pengelolaan Taman Labuhan Haji atau obyek wisata yang dikenal dengan Sunrise Land Lombok (SLL), untuk dikembalikan ke masyarakat setempat sebagai pengelola mengingat banyak dampak positif yang terlihat.

 

Aksi tersebut berlangsung ricuh. Terjadi saling dorong antara masa aksi dan petugas. Belum ada laporan terkait korban luka-luka akibat kericuhan tersebut.

Lombok Immersive Edupark

 

Massa mengawali aksi di Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Timur. Mereka menuntut agar Kepala Dispar dicopot dari jabatannya. Hal tersebut buntut dari pengelolaan SLL diambil alih oleh pihak Dispar setelah tempat yang kumuh penuh sampah dipermak menjadi kawasan yang bersih oleh pengelola SLL.

 

Kemudian aksi berlanjut di Kantor Bupati Lombok Timur. Situasi sempat memanas karena massa aksi memaksa untuk masuk ke dalam halaman Kantor Bupati untuk mempertanyakan soal izin perpanjang kontrak SLL terhadap bupati. Namun dicegah oleh aparat kepolisian dan Sat Pol PP. Tidak hanya itu, adanya dugaan keberadaan preman di area kantor bupati yang disewa untuk mencegah massa masuk membuat situasi semakin memanas.

 

Terpisah, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menanggapi terkait keberadaan preman saat aksi mahasiswa tersebut. Bupati juga tidak menampik bahwa aksi itu berlangsung ricuh.

 

“Saya tidak pernah perintahkan kelompok preman untuk turun ke lapangan saat aksi. Aksi unjuk rasa mahasiswa memang sempat ricuh. Terkait tuntukan adek -adek mahasiswa pastinya akan saya tindak lanjuti. Intinya saya berharap kepada mahasiswa aksi demo sampaikan aspirasi dengan baik, sopan dan santun,” jelas Bupati. (cit)

 

 

 

 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI