Hujan sedang hingga lebat berpotensi melanda Lombok Utara, BPBD masyarakat waspada

Kepala Pelaksana BPBD KLU, M. Zaldy Rahadian. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Kondisi cuaca di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tren peningkatan intensitas hujan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KLU mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi banjir dan tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD KLU, M. Zaldy Rahadian mengatakan pihaknya terus bersiaga menyikapi dinamika cuaca yang terjadi saat ini. Dikatakan Zaldy, BPBD secara rutin memantau dan menindaklanjuti informasi prakiraan cuaca yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Lombok Immersive Edupark

“BPBD selalu siap karena memang itu tugas kami. Informasi cuaca dari BMKG, baik prakiraan mingguan maupun data hujan 10 harian, sudah kami terima. Berdasarkan data tersebut, NTB, termasuk Lombok Utara, diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hingga beberapa hari ke depan,” ujar Zaldy, Selasa (20/01/2026).

Zaldy menjelaskan, hingga Minggu mendatang, potensi hujan sedang sampai lebat masih akan terjadi. Kondisi ini dinilai dapat memicu bencana hidrometeorologi, khususnya banjir lokal dan longsor di wilayah-wilayah rawan.

BPBD KLU pun meminta peran aktif pemerintah desa untuk melakukan langkah-langkah antisipasi sejak dini. Salah satunya dengan memastikan saluran drainase tetap bersih agar aliran air hujan dapat mengalir lancar dan tidak meluap ke permukiman warga.

“Kami berharap teman-teman kepala desa bisa mengantisipasi potensi banjir lokal. Pembersihan drainase sangat penting agar tidak terjadi genangan atau luapan air,” katanya.

Selain banjir, Zaldy juga menyoroti potensi tanah longsor di kawasan perbukitan dan permukiman yang berada di dataran tinggi. Ia menyebut, pada awal pekan lalu terjadi longsoran di Desa Tegal Maja dan Desa Kerujuk yang bahkan sudah mencapai tebing rumah warga.

“Untuk kejadian tersebut, masyarakat bersama aparat setempat sudah melakukan langkah antisipasi. BPBD juga telah menyalurkan bantuan sementara untuk mencegah kerusakan yang lebih besar,” jelasnya.

Terkait peta kerawanan bencana, Zaldy menegaskan hampir seluruh kecamatan di Lombok Utara memiliki titik-titik rawan, terutama terhadap kejadian pohon tumbang akibat angin kencang dan hujan lebat.

“Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, menghindari aktivitas di bawah pohon besar saat hujan dan angin kencang, serta segera melaporkan ke BPBD jika terjadi kondisi darurat,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI