Proyek miliaran atau kualitas murahan? Kerusakan Alun-alun Dayan Gunung jadi sorotan pedas netizen

Beberapa pekerja saat memperbaiki beberapa titik paving block yang mengalami kerusakan. (Foto. kicknews.today/Ist)

kicknews.today – Belum lama diresmikan dan dibuka untuk umum, kondisi Alun-Alun Dayan Gunung di Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadi perhatian publik. Sejumlah warganet menyoroti adanya kerusakan di beberapa titik paving block setelah sebuah video yang memperlihatkan kondisi tersebut beredar di media sosial Facebook.

Unggahan tersebut memicu beragam pertanyaan dari masyarakat, khususnya terkait kualitas pengerjaan proyek ruang publik yang menjadi salah satu ikon baru di Lombok Utara itu.

Lombok Immersive Edupark

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) KLU memastikan bahwa langkah penanganan telah dilakukan. Perbaikan mulai dikerjakan sejak Selasa (13/01/2026), setelah dilakukan pendataan terhadap titik-titik kerusakan.

“Ya, betul. Senin pagi sudah kita inventaris kerusakannya. Kemarin langsung dilakukan perbaikan,” ujar Kepala Bidang Cipta Karya PUPRKP KLU, Rangga Wijaya, Rabu (14/01/2026).

Rangga menegaskan bahwa proyek Alun-Alun Dayan Gunung tidak diresmikan tanpa melalui pengawasan. Sebelum dibuka untuk masyarakat, pihaknya telah melakukan pemeriksaan menyeluruh melalui tahapan Pre-Delivery Inspection (PDI). Namun demikian, sejumlah persoalan teknis kerap baru terlihat ketika fasilitas mulai digunakan secara intensif.

Terkait penyebab kerusakan paving block, Rangga menjelaskan bahwa masalah utama diduga berasal dari kepadatan struktur tanah dasar, bukan dari kualitas material yang digunakan. Menurutnya, area timbunan memiliki potensi amblas pada titik-titik tertentu apabila kepadatan tanah tidak merata.

“Kepadatan tanah dasar kemungkinan besarnya. Semakin banyak liat area timbunan, potensi amblas pasti ada di titik tertentu,” jelasnya.

Selain faktor teknis, kondisi cuaca ekstrem juga turut mempengaruhi. Curah hujan tinggi yang melanda Lombok Utara dalam beberapa hari terakhir membuat tanah di bawah lapisan paving menjadi jenuh air dan tidak stabil, sehingga mempercepat terjadinya kerusakan.

“Sangat berpengaruh. Kalau kita lihat, dua hari ini intensitas hujan cukup tinggi,” katanya.

Meski demikian, Rangga memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terkait pembiayaan perbaikan. Saat ini proyek Alun-Alun Dayan Gunung masih berada dalam masa pemeliharaan, sehingga seluruh proses dan biaya perbaikan menjadi tanggung jawab penuh pihak ketiga atau kontraktor pelaksana.

Sesuai kontrak, masa pemeliharaan berlangsung selama 180 hari kalender atau enam bulan sejak peresmian. Selama periode tersebut, setiap kerusakan yang muncul wajib diperbaiki oleh kontraktor hingga kondisi fasilitas benar-benar layak dan aman digunakan.

“Setiap kerusakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor selama masa pemeliharaan ini,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI