kicknews.today – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menargetkan seluruh Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di wilayahnya dapat berfungsi secara optimal pada tahun 2026. Hingga akhir 2025, sebagian besar TPS 3R telah beroperasi, namun masih terdapat beberapa fasilitas yang belum berjalan maksimal akibat kendala sarana dan prasarana.
Kepala DLH KLU, Husnul Ahadi mengungkapkan saat ini tersisa tiga TPS 3R yang belum optimal, masing-masing berlokasi di Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan, serta di Pemenang Timur, yakni TPS 3R Bentek, Sokong, dan Segara Katon.

“Kami targetkan dan rencanakan pada tahun 2026 mendatang kelima TPS 3R ini sudah bisa berfungsi sepenuhnya untuk melayani masyarakat,” ujar Husnul, Rabu (31/12/2025).
Dikatakan Husnul, belum optimalnya operasional TPS 3R tersebut disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu keterbatasan sarana dan prasarana serta kesiapan kelompok pengelola di tingkat desa. Setiap lokasi memiliki permasalahan yang berbeda-beda.
“Permasalahannya bervariasi. Ada yang terkendala pada kondisi bangunan, akses masuk ke lokasi yang belum memadai, hingga kerusakan atau bahkan ketiadaan mesin pengolah sampah,” jelasnya.
Terkait kebutuhan anggaran perbaikan dan pengembangan, Husnul menyebut pihaknya belum melakukan perhitungan secara rinci. Hal ini dikarenakan aset TPS 3R tersebut telah diserahkan kepada pemerintah desa masing-masing.
“Kami belum menghitung angka pastinya karena aset-aset tersebut sudah diserahkan ke desa. Dengan penyerahan aset ini, maka pola pemeliharaan dan pengelolaannya pun berbeda, kini menjadi ranah desa untuk pengembangannya,” ungkapnya.
Meski demikian, DLH KLU tetap melakukan supervisi dan pendampingan agar TPS 3R tidak menjadi bangunan terbengkalai. Keberadaan fasilitas ini dinilai strategis dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu.
“Ini sejalan dengan visi daerah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan, terutama di wilayah-wilayah penyangga pariwisata,” tutupnya. (gii)


