kicknews.today – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), tingkat hunian hotel di kawasan wisata Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air diperkirakan mengalami peningkatan signifikan. Pelaku pariwisata memproyeksikan okupansi hotel berada di kisaran 60 hingga 70 persen selama periode puncak liburan akhir tahun.
Ketua Gili Hotel Association (GHA), Lalu Kusnawan mengatakan lonjakan okupansi tersebut dipicu momentum libur panjang Nataru yang berlangsung sejak 22 hingga 31 Desember. Pada periode ini, kawasan Tiga Gili secara konsisten menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan, termasuk merayakan malam pergantian tahun.

“Awal Desember sempat terjadi penurunan kunjungan, namun tren itu diperkirakan berbalik saat memasuki puncak libur Nataru. Okupansi hotel kami proyeksikan stabil di angka 60 sampai 70 persen,” ujar Kusnawan, Selasa (23/12/2025).
Untuk mendukung capaian tersebut, pelaku usaha hotel dan restoran di kawasan Tiga Gili telah menyiapkan beragam paket wisata menarik. Paket yang ditawarkan umumnya berupa include dinner yang dipadukan dengan hiburan musik, acara tematik, hingga pesta malam tahun baru. Strategi ini dinilai efektif dalam meningkatkan lama tinggal wisatawan sekaligus mendorong tingkat hunian kamar.
Dari sisi pasar, wisatawan lokal dan domestik diprediksi masih mendominasi kunjungan seiring adanya libur panjang nasional. Meski demikian, sejumlah wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia, diperkirakan tetap hadir meski jumlahnya tidak sebanyak periode sebelum pandemi.
“Komposisi pengunjung masih didominasi wisatawan lokal, namun biasanya tetap ada turis Australia yang memilih merayakan akhir tahun di Tiga Gili,” jelas Kusnawan.
Dia berharap peningkatan okupansi hotel selama libur Nataru tidak hanya menjaga keberlanjutan usaha pariwisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Lombok Utara, khususnya pelaku UMKM dan pekerja sektor pariwisata di kawasan Tiga Gili. (gii/*)


