kicknews.today – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) kembali melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat.
Kepala DKP3 Lombok Utara, Tresnahadi mengatakan bahwa GPM merupakan program strategis pemerintah daerah yang dilaksanakan dalam tiga tahap sepanjang tahun. Tahap pertama digelar menjelang Hari Raya Idulfitri di seluruh kecamatan, tahap kedua menjelang Iduladha, dan tahap ketiga menjelang Natal dan Tahun Baru.

“GPM ini kami laksanakan dalam tiga tahap. Untuk tahap ketiga menjelang Natal dan Tahun Baru, pelaksanaannya dimulai dari Kecamatan Tanjung pada 7 Desember lalu di arena car free day,” ujar Tresnahadi, Jumat (19/12/2025).
Dia menjelaskan, setelah di Kecamatan Tanjung, GPM dilanjutkan di Kantor Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, kemudian di Lapangan Umum Desa Rempek, Kecamatan Gangga. Selanjutnya kegiatan serupa akan digelar di Pasar Santong, Kecamatan Kayangan, dan ditutup di halaman Kantor Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan.
Tresnahadi menegaskan, tujuan utama pelaksanaan GPM adalah memberikan akses bahan pangan dengan harga lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat. Harga yang ditawarkan dalam GPM lebih rendah dibandingkan harga pasar karena adanya subsidi harga dari pemerintah.
“Contohnya harga telur. Di pasar bisa mencapai Rp 53 ribu per tray, sementara di GPM kami jual Rp 50 ribu per tray. Ada selisih harga yang kami subsidi agar masyarakat bisa membeli dengan harga lebih murah,” jelasnya.
Selain membantu masyarakat, GPM juga bertujuan untuk mengendalikan laju inflasi daerah, terutama di akhir tahun ketika sejumlah komoditas pangan cenderung mengalami kenaikan harga.
“Tujuan kedua adalah pengendalian inflasi. Kita tahu menjelang akhir tahun ini beberapa harga bahan pokok mengalami kenaikan, sehingga GPM ini menjadi salah satu upaya untuk menekannya,” katanya.
Tujuan ketiga dari GPM, lanjut Tresnahadi, adalah menjaga stabilitas pasokan bahan pokok agar ketersediaannya di pasar tetap terjamin. Hingga saat ini, ia memastikan stok bahan pokok seperti beras, telur, dan minyak goreng di Lombok Utara masih dalam kondisi aman.
Dalam pelaksanaannya, DKP3 Lombok Utara juga menggandeng petani lokal serta berbagai pihak lainnya sebagai penyedia bahan pangan. Hal ini sekaligus menjadi upaya mendukung petani dan pelaku usaha pangan lokal.
Tresnahadi berharap program GPM dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang. Meski diakui saat ini terdapat pemotongan anggaran dan GPM belum memiliki alokasi anggaran untuk tahun depan, pihaknya telah menyampaikan usulan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Kami berharap tahun depan GPM tetap bisa dilaksanakan. Kami sudah sampaikan ke TAPD, meskipun ada pemotongan anggaran, kami minta agar kegiatan ini tetap mendapat perhatian karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya. (gii/*)


