Pemda KLU gelar Pentas Seni Budaya 2025, perkuat kolaborasi dan pelestarian tradisi

Salah satu ritual budaya yang ikut di Pekan Kebudayaan Daerah di Lombok Utara. (Foto. kicknews.today/Ist)

kicknews.today – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama komunitas budaya menggelar Pentas Seni Budaya Lombok Utara 2025 sebagai bentuk komitmen memperkuat kolaborasi serta pelestarian tradisi daerah. Kegiatan yang mendapat dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV ini menjadi ruang bagi sanggar seni dan pelaku budaya lokal untuk menampilkan kekayaan seni tradisi kepada masyarakat.

Ketua Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira, Sandi Justitia Putra mengatakan penyelenggaraan pentas seni ini merupakan ruang aktualisasi bagi komunitas budaya, sekaligus memperkuat jejaring antar-sanggar di Lombok Utara.

Lombok Immersive Edupark

“Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi bagi komunitas, sekaligus sarana memperkuat jejaring kebudayaan lintas sanggar di Lombok Utara,” ujarnya. Ia berharap seni tradisi dapat terus dihargai sebagai warisan hidup yang berkembang seiring zaman.

Pentas Seni Budaya Lombok Utara 2025 menghadirkan beragam pertunjukan khas daerah, seperti Tari Kembang Sembah, Tari Burat Wangi Selélos, Tari Beriuq Tinjal, Tari Gandrung, Tari Siréh Dusun Buani, Tari Lestari KLU, Tari Lasqi Tioq Tata Tunaq, Tari Kinanti, hingga pementasan kolosal Gendang Beleq yang menjadi penutup acara. Penampilan para seniman disambut antusias oleh pengunjung yang memenuhi area kegiatan.

Sandi menyebut antusiasme masyarakat menjadi bukti seni budaya tetap memiliki ruang dan peminat. “Harapan kami pentas ini menjadi ruang interaksi budaya yang berkelanjutan dan memantapkan identitas Lombok Utara sebagai daerah yang kaya akan warisan seni,” imbuhnya.

Sementara, Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri menegaskan pentingnya pelestarian budaya yang melibatkan peran kolektif antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat.

“Pentas seni adalah ruang strategis untuk mempertemukan nilai-nilai tradisi dengan generasi muda, sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap kebudayaan lokal,” terangnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira atas konsistensi dalam pelestarian budaya serta kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV Denpasar atas dukungannya terhadap agenda seni daerah.

“Kami Pemda Lombok Utara akan terus berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap inisiatif kebudayaan yang berakar dari komunitas,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI