kicknews.today – Upaya penurunan stunting di Kabupaten Lombok Utara (KLU) menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, meski daerah ini masih berada pada posisi cukup tinggi di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk memperkuat efektivitas pelaksanaan aksi konvergensi sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) 2024, Tanoto Foundation melalui Yayasan Cipta menggelar lokakarya penguatan kapasitas bagi Tim Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan Stunting (TP3S) lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Jumat (05/12/2025).
Wakil Bupati KLU, Kusmalahadi Syamsuri, mengungkapkan bahwa beberapa kecamatan masih mencatat angka stunting di atas rata-rata kabupaten, ditambah perbedaan data antara SSGI/SKI dan E-PPGBM yang hingga kini menjadi tantangan teknis di lapangan.
“Pemda KLU telah menerima pendampingan dari Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta sejak 2021. Banyak capaian yang kita peroleh, seperti strategi komunikasi perubahan perilaku serta modul dan buku saku KPP bagi tokoh agama dan adat,” jelasnya.

Melangkah ke 2025 – 2028, Pemda KLU bersiap memasuki fase Stunting 2.0 yang menitikberatkan intervensi mendalam pada tiga desa prioritas: Gumantar, Sambik Bangkol, dan Pemenang Timur. Kusmalahadi menekankan pentingnya pemahaman teknis OPD terkait Juknis 2024 agar sistem kerja berjalan optimal.
“Semoga ikhtiar yang terus dilakukan dengan menjalin kolaborasi memberikan dampak nyata dalam upaya menurunkan stunting,” ujarnya.
District Officer Yayasan Cipta, Abdul Gafur menyampaikan bahwa lokakarya tersebut merupakan bentuk komitmen mendukung KLU menyusun rencana aksi percepatan penurunan stunting yang komprehensif dan berkelanjutan. Program yang dijalankan sejauh ini menitikberatkan pada penguatan Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) serta konvergensi program lintas sektor sesuai Strategi Nasional Penurunan Stunting (Stranas Stunting).
Menurutnya, sejak 2021 hingga 2024, tren penurunan stunting di KLU menunjukkan hasil positif. Selain itu, progres pengisian data pada Web Bangda telah mencapai 80 persen sebagai bagian dari penguatan sistem manajemen data.
“Meskipun demikian, pendampingan tambahan tetap diperlukan karena adanya penyesuaian terhadap Juknis aksi konvergensi 2024. Melalui kegiatan ini, kolaborasi antar-OPD diharapkan semakin solid,” terangnya.
Gafur menambahkan, kegiatan ini menargetkan peningkatan kapasitas TP3S serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang lebih terarah menghadapi fase penanganan stunting berikutnya. (gii/*)


