kicknews.today – Tumpukan Cangkang sawit di PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Tbk Cabang Bima di Desa Monggo, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima dikeluhkan warga. Masalahnya tumpukan cakang sawit tersebut timbulkan bau busuk dan polusi udara.
“Kalau ini dibiarkan dan tidak segera dimasukkan ke gudang, dikhawatirkan berdampak buruk bagi masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas di depan gudang setempat,” keluh Muhlis, warga Madapangga, Selasa (17/10).

Kata dia, sesuai mekanisme tidak boleh cangkang sawit di simpan luar gudang. Apalagi sudah bau busuk dan polusi udara seperti ini.
“Apa yang dilakukan oleh pihak PT CPI saat ini sama halnya membahayakan warga. Masa cangkang sawit berbau busuk disimpan sembarangan. Saya khawatir bakal diprotes banyak warga,” katanya.
Warga Madapangga lainnya, Muhtar menyatakan siap mendukung aksi unjuk rasa terkait keberadaan cangkang sawit busuk di PT CPI. Hal ini tidak boleh dibiarkan karena menyangkut kesehatan dan jiwa manusia.
“Secepatnya pindahkan cangkang sawit busuk itu. Kalau tidak mau ada aksi dari masyarakat,” tandas Muhlis.
Menurut dia, bau cangkang sawit busuk di PT CPI sangat meresahkan, terlebih dirasakan pengguna jalan lintas Bima-Dompu.
“Bagaimana kalau musim hujan, saat kemarau ini saja cangkang sawit di PT CPI sudah meresahkan,” ucapnya.
Pihaknya sangat mengkhawatirkan kondisi seperti ini, karena suatu waktu bisa saja menimbulkan penyakit bagi masyarakat umum.
“Kita harap PT CPI segera pindahkan cangkang sawit di gudang, supaya tidak menyemburkan bau busuk ,” keluhnya.
Terkait masalah tersebut, PT CPI melalui HRD, Solihin, mengatakan, cangkang sawit tidak semburkan bau busuk. Sedangkan gunanya untuk bahan bakar.
“Tidak bau ko walaupun cangkang sawit kena air atau hujan,” jawabnya singkat. (jr)


