kicknews.today – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bima mencatat 25 kejadian kebakaran selama 7 bulan terakhir atau tahun 2023. Dari bencana alam ini sebanyak 44 unit rumah dan bangunan ludes terbakar.
“Sampai dengan Juli kemarin, yang tercatat baru 25 kasus kebakaran dengan total rumah dan bangunan yang terbakar 44 unit,” kata Kepala Damkar Kabupaten Bima, Rifa’i dikonfirmasi Sabtu (5/8).

Menurut Rifa’i, pada puluhan kasus kebakaran ini menelan kerugian sebesar Rp4 miliar lebih. Perkiraan angka tersebut dari kalkulasi kerugian bangunan hingga barang berharga milik para korban yang tidak berhasil diselamatkan.
“Lumayan tinggi kerugian para korban. Estimasi kerugian yang kami hitung sekitar Rp4 miliar lebih,” bebernya.
Sementara jumlah korban jiwa, tercatat sebanyak 4 orang menderita luka-luka dan satu orang meninggal dunia akibat terbakar. Peristiwa naas itu terjadi saat kebakaran satu unit rumah permanen di Desa Tolowata Kecamatan Ambalawi.
“Peristiwanya terjadi pada akhir Juni lalu. Nama korban yang meninggal dunia yakni, Sunarjon,” jelasnya.
Pada puluhan kasus kebakaran ini sebagian besar dipicu akibat korsleting listrik. Baru disusul akibat dari ledakan gas elpiji dan pembakaran sampah di sekitar rumah korban.
“Kebanyakan disebabkan arus pendek,” katanya.
Terhadap para kerugian para korban, Rifa’i mengaku telah dilaporkan ke pemerintah daerah (Pemda). Mereka langsung ditangani usai kejadian dengan diberikan bantuan tanggap darurat dan bantuan sosial (Bansos).
“Jadi tidak ada yang tidak dibantu oleh Pemda, semuanya diberikan bantuan. Itu belum termasuk bantuan dari swadaya masyarakat sekitar,” pungkasnya. (jr)