kicknews.today – Faktor Keterlambatan mulainya pengerjaan, menjadi alasan tidak rampungnya pengerjaan proyek DAK Dikbud NTB Tahun 2022 di sejumlah sekolah. Menurut Kepala Sekolah SMAN 2 Praya, Dr. Dian Iskandar Jaelani, MA., faktor cuaca tidak menggangu jalannya pekerjaan. Hanya waktu yang memang tidak mencukupi untuk merampungkan pengerjaan DAK di sekolahnya.
“Pengerjaanya memang terlambat, sekarang pencapaiannya sudah 90% lebih. Penyebab tidak selesainya ya karena faktor keterlambatan mulainya saja,” ungkap Kasek SMAN 2 Praya saat mendampingi tim BHPP Demokrat NTB dan DPRD NTB memeriksa pengerjaan DAK di sekolahnya.

SMAN 2 Praya mendapat anggaran untuk pembangunan 3 ruang kelas, 1 ruang inklusi baru dan rehab toilet serta ruang laboratorium, yang seharusnya selesai tanggal 31 Desember 2022.
Senada dengan itu, Kepala Sekolah SMKN 2 Praya juga mengakui penyebab terlambatnya penyelesaian proyek DAK Dikbud NTB di sekolahnya juga disebabkan kendala waktu. Meski Ia juga menyatakan bahwa faktor cuaca menggangu kelancaran jalannya proyek tersebut.
“Biasanya waktu pengerjaan DAK ini kan 6 bulan. Tapi ini baru tiga bulan sudah hampir selesai. Hanya terlambat mulainya saja,” ungkapnya.
Kedua kepala sekolah menyebutkan bahwa pekerjaan DAK bisa dilanjutkan hingga bulan Februari 2023 sesuai arahan dari Dinas Dikbud NTB.
“Infonya ada aturan dari kementerian keuangan yang membolehkan adanya perpanjangan waktu kerja. Kami dari pihak sekolah hanya membatu mengawasi saja. Semua diatur di dinas karena sistem yang diterapkan dinas adalah swakelola type 1,” ungkap Zainudin, Kepala Sekolah SMKN 2 Praya.
Lalu Riyadi Anggota DPRD NTB dari Partai Demokrat menegaskan bahwa sesuai dengan petunjuk Ketua DPD Demokrat NTB Indra Jaya Usman. Bahwa Partai Demokrat menetapkan harus menaruh perhatian lebih pada dunia pendidikan. Karenanya Ia turun langsung untuk memastikan bahwa keterlambatan selesainya proyek DAK ini tidak boleh menggangu proses belajar.
“Arahan Ketua IJU Demokrat harus memberi perhatian lebih pada kemajuan dunia pendidikan. Karena penentu nasib bangsa kedepan sangat tergantung pada pendidikan. Maka kami harus mengantisipasi jangan sampai ada yang menggangu atau menghambat kelancaran proses belajar mengajar di sekolah,” ungkapnya usai memeriksa kondisi sekolah yang Proyek DAK-nya belum selesai.
Secara bersamaan Tim dari Partai Demokrat juga membawa tenaga dan peralatan teknis untuk memeriksa sebagian dari kualitas struktur bangunan yang belum rampung tersebut.
“Kami sekalian memeriksa kualitas struktur bangunan yang dikerjakan dengan Dana DAK ini. Kami khawatir faktor waktu yang kurang akan mempengaruhi kualitas hasil pengerjaan bangunan,” ungkap Dr Imam Sofian Kepala BHPP DPD Demokrat NTB.
“Kita tentu tidak ingin terjadi apa-apa nanti dengan siswa dan guru sebagai pengguna fasilitas itu, jika sampai kualitas bangunanya tidak baik,” tegas Imam. (hl)


