Angka kemiskinan ekstrim di Lombok Barat sentuh 13.510 ribu jiwa

kicknews.today – Sebanyak 1.864.812 jiwa di Provinsi NTB masuk kategori kemiskinan ekstrim. Jumlah ini setara dengan 34 persen dari total penduduk NTB sebanyak 5,47 juta jiwa. Sedangkan di Lombok Barat (Lobar) sendiri mengalami kenaikan sebanyak 2.760 jiwa.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Lobar, penduduk miskin ekstrim di Lobar justru bertambah, dari sebelumnya 10.750 jiwa menjadi 13.510 jiwa.

Asisten II Setda Lobar, Rusditah mengatakan, penduduk miskin ekstrim menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan secara bersama-sama. Diperlukan langkah langkah dan terobosan yang inovatif dalam menanggulangi persoalan ini.

“Harus ada langkah dan terobosan serta kolaborasi semua pihak untuk mengatasi masalah kemiskinan. Tidak bisa selesai kalau dilakukan secara parsial,” ujarnya.

Ruaditah menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang memiliki kepedulian dalam mengentaskan kemiskinan di Lobar yang disampaikannya pada pelaksanaan rakor TKPKD beberapa hari yang lalu. Dengan harapan bisa membangun koordinasi untuk mensinergikan upaya-upaya yang dilakukan untuk menanggulangi kemiskinan dan kemiskinan ekstrim di Lobar.

“Dalam memperhatikan kondisi kemiskinan di Lombok Barat marilah kita semua perangkat daerah bersama lembaga non pemerintah tetap bersinergi dan berinovasi agar tingkat kemiskinan di Lobar dapat semakin menurun,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengatakan tidak kalah pentingnya yang harus menjadi perhatian di daerah ialah agar intervensi perlindungan sosial dapat tepat sasaran. Salah satunya ialah pembinaan UMKM dan pengelolaan pasar pasca panen sehingga dapat menimbulkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Lobar.

“Masyarakat kurang mampu di daerah kita masih cukup tinggi, oleh karena itu masyarakat miskin harus diberdayakan dengan meningkatkan kualitas hidup, peningkatan pendapatan serta pengurangan beban pengeluaran,” pungkasnya. (ys)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI