kicknews.today – Kericuhan yang terjadi saat aksi unjuk rasa oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lombok Timur (Lotim) di depan kantor bupati, Selasa (8/11) jadi perhatian Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, H.M Juaini Taofik.
Sekda mengambil langkah cepat dan mengatensi persoalan tersebut dengan serius dengan memberikan pembinaan. Rabu pagi (9/11) Sekda mengambil inisiatif menjadi pembina apel pagi di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lotim.

Dalam arahannya, sekda yang dikenal humanis ini menyampaikan tiga hal penting. Pertama, dalam menjalankan tugas Satpol PP harus sabar, mengedepankan pendekatan persuasif bukan represif.
“Cermatlah mengambil tindakan, supaya kita bisa menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru,” katanya.
Kedua, kasat Pol PP harus berani mengambil sikap tegas kepada anggota yang menjalankan tugas di luar SOP, terlebih bila menangani saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi, dan cara lainnya.
Ketiga, Kasat pol PP supaya lebih banyak memberikan kesempatan kepada para anggota untuk mengikuti pelatihan-pelatihan peningkatan kompetensi, peningkatan skill menghadapi massa, sesuai dengan tuntutan kondisi saat ini.
Sekda menegaskan, kepada Kasat Pol PP agar terus berupaya mengembangkan peningkatan kompetensi anggotanya dalam melaksanakan tugas.
“Silahkan manfaatkan waktu yang ada, daripada kita duduk-duduk yang tidak produktif,” tandasnya.
Dikatakan lebih lanjut, lebih baik mengisi waktu tersebut dengan diskusi tentang Perda atau Perbup, latihan cara menangani unjuk rasa dan berbagai latihan yang bermanfaat lainnya.
“Mari kita sama-sama berlatih mengontrol diri, karena kontrol diri yang baik merupakan syarat kesuksesan kita menjalankan tugas kita,” tutup Sekda. (cit)


