kicknews.today – Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Yusron Hadi optimistis target 50.000 penonton saat pelaksanaan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika pada 11-13 Nopember 2022 bisa tercapai.
“Insya Allah, akan tercapai karena ada juga penonton yang berasal dari lokal NTB, apalagi dikenakan tarif 50 persen untuk tiket-nya. Kalau 20-an ribu dari luar NTB, bisa 40-an ribu dari penonton lokal kan. Jadi, bisa melampaui target 50.000 penonton,” ujarnya di Mataram, Selasa.

Ia mengatakan sampai saat ini jumlah penonton yang sudah membeli tiket WSBK Mandalika dari luar NTB sudah mencapai angka 20.000 lebih, yang berarti berdasarkan asumsi satu kamar penginapan isi dua orang, maka ada sekitar 10.000 kamar yang harus disiapkan.
“Sementara ketersediaan jumlah kamar kita baik itu hotel berbintang, non bintang, maupun homestay itu sekitar 21 ribuan. Itu berdasarkan data hasil pemetaan saat MotoGP 2022,” kata Yusron Hadi.
Menurut mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB ini, pada titik utama penginapan, baik itu di Mandalika, Senggigi, maupun Kota Mataram, ketersediaan kamar hotel masih sangat tersedia.
“Belum lagi ditambah di Lombok Timur dan lainnya. Itu artinya bahwa masih kisaran 50-60 persen kamar terisi, dan ada space sekitar 40-50 persen yang masih tersedia di spot-spot utama ini,” terangnya.
Oleh karena itu, ia menyakini tidak ada kekhawatiran bagi para pengunjung atau penonton WSBK Mandalika untuk mengunjungi atau menonton WSBK Mandalika karena hotel-hotel siap menyambut kedatangan tamu.
Selain itu, Yusron juga mengatakan beberapa hotel yang ada di Senggigi, Mandalika dan Mataram juga menjual paket-paket perjalanan. Sedangkan, turis-turis dari Bali juga siap mengunjungi Gili Trawangan seiring dengan pembukaan penerbangan Internasional.
“Insya Allah pada saat WSBK, akan terisi. Dan diantara para turis asing itu juga ada yang menonton WSBK,” ucapnya.
Terkait potensi kenaikan harga kamar hotel, ia mengatakan saat ini di kawasan utama para penonton menginap seperti di Senggigi, Mataram maupun Mandalika masih berada relatif pada kisaran harga normal.
“Kalaupun terjadi kenaikan harga, itu wajar. Akan tetapi kenaikannya sangat normal,” katanya.
Sebelum, Sekda Lombok Timur (Lotim) H. M. Juaini Taofik meminta dukungan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan membeli tiket hingga 2 ribu nanti pada ajang memeriahkan WSBK.
Sekda mengatakan, sebelumnya dari ASN sudah bersepakat akan membeli minimal 2 ribu tiket untuk menonton WSBK. Dikarenakan memang niat awal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) dan juga Lotim pada khususnya ingin memecahkan rekor dunia untuk penonton WSBK terbanyak.
“Kita ingin memecahkan telur rekor muri penonton WSBK di Donington Inggris 46 ribu, minimal kita harus mencapai angka itu,” sebutnya.
Oleh karena itu, Sekda mengharapkan bagi media terus mengajak masyarakat yang lain untuk ikut berpartisipasi.
“Kalau kita tidak meramaikan WSBK siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi,” tuturnya.
Jadi upaya upaya untuk semakin banyak penonton ke WSBK dijelaskannya juga adalah cara untuk mempopulerkan daerah Lotim.
“Karena multiplayer efeknya dari WSBK ini banyak sekali, sekalipun sirkuitnya ada di mandalika lombok tengah namun daerah kita Lombok Timur sebagai penyangga, selesai orang menonton pasti orang datang ke Lombok Timur, ke Rinjani, Tetebatu dan sekitarnya,” katanya. “Oleh karenanya pilihannya sekarang mari kita sukseskan WSBK ini, selama pelaksanaan masyarakat kondusif, kita welcome, seperti yang disampaikan Kadis Pariwisata, jangan sampai mereka hanya datang menonton, kalau dia rame, menikmati kuliner di bandara, pasti dia akan datang ke Lombok Timur. Kalau ada pemberitaan yang sifatnya negatif tunda dulu,” tutupnya. (ant/cit)


