Urusi soal free sex, hamil duluan hingga pernikahan dini, Senyumpuan dapat apresiasi UNICEF

kicknews.today – United Nations Children’s Fund (UNICEF) mengapresiasi komunitas Senyumpuan atas dedikasinya dalam memfasilitasi anak dan remaja yang terjebak dalam sex bebas, hamil diluar nikah dan pernikahan dini yang kini marak terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Yudhistira Yewangowe, Kepala Kantor Perwakilan Unicef  Wilayah NTB-NTT pada pertemuan Pojok Aman bersama PKBI dan Senyumpuan di Dasan Cermen, Kota Mataram, Selasa (25/10). Pada acara diskusi tersebut dihadiri pihak UNICEF dari New York, Bangkok, dan Indonesia, pihak PKBI, Komunitas Senyumpuan dan Lurah Dasan Cermen.

“UNICEF yang mengutamakan komunikasi dan  mengedukasi masyarakat dan lebih banyak melibatkan peran anak muda. Bermitra dengan PKBI dan menggandeng Komunitas Senyumpuan ini merupakan langkah yang sangat bagus sekali. Dan seperti ini yang kami harapkan di mana dampaknya langsung ke masyarakat dan anak-anak muda berpartisipasi langsung dalam peningkatan kesejahteraan anak,” jelas Yudhistira.

Untuk masalah pemerataan edukasi dan peningkatan kesejahteraan anak di Indonesia dan NTB ini khususnya, dia harap pemerintah mendukung komunitas-komunitas yang sudah berjalan seperti ini. Karena menurutnya, UNICEF sendiri mempunyai sumber daya yang terbatas untuk bergerak massal.

“Dan kami juga mengharapkan apa yang telah dirintis melalui kerjasama dengan UNICEF bisa direaplikasi lagi di wilayah lain untuk pemerataan ini,” ucap Yudhistira.

Senada dengan itu Health Director Unicef, Dr. Aboubacar menyatakan bahwa dia mendukung program Komunitas Senyumpuan dan meminta saran apa yang perlu diperbaiki dari kinerja UNICEF untuk kedepannya.

Sebagai lembaga penyedia infrastruktur pendidikan dasar di dunia, untuk menjalankan fungsinya UNICEF bermitra dengan lembaga Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lombok serta komunitas Senyumpuan yang juga bergerak di bidang swadaya masyarakat yang salah satu programnya adalah Posyandu Remaja.

“Anak muda butuh waktu dan setiap generasi mempunyai masalahnya masing-masing. Akan tetapi, jangan ragu untuk bekerjasama dan saling mendukung,” harapnya.

Ahmad Hidayat, Direktur PKBI NTB menyampaikan, pemilihan Dasan Cermen sebagai tempat program adalah pilihan dari komunitas Senyumpuan. 

“Kami sangat mengapresiasi komunitas Senyumpuan yang telah mampu melihat kasus kekerasan yang sedang terjadi. Kasus-kasus ini menjadi PR dan kewajiban moral bagi PKBI untuk terus mendampingi wilayah ini untuk membangun kesadaran yang lebih matang,” kata Dayat.

Dalam diskusi tersebut Komunitas Senyumpuan mempresentasikan tentang program kerjanya yang disampaikan langsung oleh Foundernya, Adel. Menurut Adel, komunitas Senyumpuan yang mulai berdiri pada tanggal 15 Juli 2020, yang dilatar belakangi oleh pengalaman buruk dari Foundernya.

Program kerja Senyumpuan adalah terkait permasalahan remaja yang sangat kompleks. Namun, yang masih menjadi momok di Lombok saat ini adalah free seks, hamil di luar nikah hingga banyaknya pernikahan anak usia dini.

Terkait masalah tersebut Komunitas Senyumpuan melakukan upaya berupa edukasi kepada remaja dan anak-anak, memberikan motivasi serta menampung curhatan remaja terkait masalah masalah yang dihadapi. Sampai memfasilitasi pengecekan kesehatan kandungan remaja yang hamil di luar nikah dengan tetap menjaga privasi remaja tersebut.

Presentasi tersebut kemudian mendapat  respon dari remaja yang dibina oleh komunitas Senyumpuan.

“Kami yang ketika ada masalah banyak dari kami yang melakukan hal-hal yang menyimpang seperti mencuri, pergaulan bebas, bahkan mencoba narkotika karena kami tidak tahu mau bawa masalah kami dan bercerita kemana. Namun adanya Komunitas Senyumpuan ini kami punya tempat curhat yang bisa memotivasi kami untuk lebih baik. Sehingga sekarang ini kenakalan remaja di tempat kami sudah berkurang,” tutur Dian remaja yang menjadi anggota bimbingan Senyumpuan. (aaa)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI