kicknews.today – Pemerintah telah resmi mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Sabtu (3/9). Di tengah mahalnya harga BBM saat ini, masyarakat bisa mencoba alternatif menggunakan kendaraan listrik.
Sepeda listrik maupun motor listrik bisa jadi solusi yang sangat tepat untuk menghemat pengeluaran di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu sekarang.

Hal ini disampaikan Hamdani, seorang warga Mataram yang telah mengkonversi sepeda kayuh menjadi sepeda listrik untuk pemakaian rutinnya sehari-hari.
“Kalau seputaran dalam kota saya hanya menggunakan sepeda listrik. Tidak ada lagi mampir di SPBU atau khawatir dengan kenaikan BBM,” kata dia di Mataram, Minggu (4/9).
Menurutnya penggunaan kendaraan listrik ini sangat hemat dibandingkan memakai kendaraan BBM. Misalnya kalau dihitung sederhana, biaya perawatan motor mencapai Rp 300.000 per bulan mulai dari membersihkan karburator, pembersihan saringan udara, busi, oli dan belum lagi membeli BBM-nya.
Sedangkan dengan mengkonversi motor listrik sekali charge dengan jarak tempuh 50 km – 70 km, untuk kwh kapasitas 350 sampai 1.000 watt saja sudah cukup untuk di daerah perkotaan, maksimal hanya Rp 2.000 – Rp 3.000 hitungan per sekali charge. Selain itu motor listrik tidak ada perawatan khusus seperti motor BBM.
Adapun biaya yang diperlukan untuk mengkonversi sepeda motor BBM ke listrik dengan tipe standar sekitar Rp 15 juta. Sedang dari sepeda kayuh biasa ke sepeda listrik dimulai dari harga Rp 5 juta saja. Dengan harga tersebut, tidak diperlukan lagi biaya yang lainnya, seperti untuk perawatan kendaraan dan kebutuhan BBM harian.

“Bagi awam mungkin mengatakan konversi sepeda atau motor listrik mahal padahal itu adalah investasi awal saja. Untuk standar motor listrik saat ini perlu biaya Rp 15 juta, atau sepeda cuma Rp 5 juta, tapi untuk jangka panjang tidak ada biaya perawatan zero service dan yang pasti ramah lingkungan,” kata dia.
Saat ini hamdani sudah mengkonversi sepeda BMX ring 20 untuk kebutuhan pakai sendiri dengan spesifikasi dinamo BLDC 350 watt dengan kapasitas baterai lithium 48 volt.
Dengan spesifikasi ini saja sepeda listrik yang dibuatnya sudah mampu melaju dengan kecepatan maksimal 50 km/jam dengan jarak tempuh hingga 50 km.
“Asik. coba saja. Apalagi ini sepeda. Kalau mau olahraga tinggal dikayuh. Tidak ada yang berubah pada sistem sepeda,” tungkas dia. (red.)


