Pengidap HIV/AIDS di Lombok Timur didominasi kelompok LSL

kicknews.today – Jumlah kelompok berisiko HIV AIDS di Kabupaten Lombok Timur mengalami kenaikan. Lelaki Seks Lelaki (LSL) tercatat menjadi kelompok dengan jumlah terbanyak di dua tahun terakhir. Bahkan jumlahnya mencapai 80 persen.

“Kasus ini muncul karena perilaku menyimpang dari pelaku HIV yang tidak bisa dikendalikan,” jelas Kepala Bidang  Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Timur, Budiman Satria di ruangannya, Rabu (31/8).

Menurut Budiman, dari hasil temuan atau rekapan di lapangan, kecenderungan peningkatan kasus HIV/AIDS di Lombok Timur didominasi komunitas LSL. Kondisi ini juga sudah menjadi perhatian dari pemerintah pusat.

Hanya saja sejauh ini kata Budiman, jumlah komunitas LSL di Lombok Timur belum diketahui pasti. Namun, pada dasarnya Dikes sudah lakukan pemetaan populasi kunci mulai dari kelompok wanita pekerja seks, waria hingga yang terbaru adalah LSL.

“Ini untuk memudahkan kami memberikan edukasi serta pengobatan secara rutin,” jelasnya.

Dari data Dikes Lombok Timur, tahun 2021 jumlah kasus HIV tercatat 27 kasus dan AIDS 11  kasus. Sedangkan tahun 2022 hingga Agustus kasus HIV di Lombok Timur sudah mencapai 18 dengan AIDS sebanyak 13 kasus.

“Dari jumlah tersebut 80 persen diantaranya dari kalangan LSL. Selebihnya dari waria dan pekerja seks,” sebutnya.

Sementara dari dari segi usia dan golongan pihaknya belum diketahui secara keseluruhan. Tetapi dari jenis kekamin 86 persen diantaranya adalah laki-laki.

“Pengidap HIV/AIDS ini tidak semuanya bisa dipublis. Termasuk identitas dan asal pasien,” katanya.

Penyebaran HIV/AIDS menurut Budiman perlu ditekan bersama. Kasus ini muncul akibat pergaulan bebas seperti seks bebas dan pemakai narkoba dengan jarum suntik.

“Penularan HIV/AIDS ini lewat cairan, seperti seks dan penggunaan jarum suntik. Semoga anak dan keluarga kita dijauhi dari penyakit berbahaya ini. Rutin periksa kesehatan diri ke Puskesmas dan rumah sakit terdekat,” pungkasnya. (cit)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI