kicknews.today – Jalur pendakian puncak Gunung Rinjani ditutup sementara selama proses evakuasi WNA yang meninggal jatuh di tebing area puncak. Para pendaki hanya diperbolehkan sampai puncak Plawangan Sembalun.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Balai TN Gunung Rinjani, Dwi Pangestu, jalur puncak Rinjani akan dibuka kembali setelah proses evakuasi selesai. Saat ini puluhan anggota sudah berhasil tiba di lokasi mayat. Tim evakuasi juga mendapat dukungan personil dari Brimob Polda NTB sebanyak 4 personil.

“Pukul 15.15 Wita, tim berhasil turun ke lokasi korban dan berusaha melakukan tindakan evakuasi. Kemudian, pukul 18.37 Wita, tim memutuskan untuk melanjutkan kegiatan evakuasi esok hari (Minggu),” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Humas SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda. Dia mengatakan, komandan tim memutuskan melanjutkan kegiatan evakuasi besok pagi, karena terkendala cuaca dan hari sudah gelap.
“Logistik tambahan sudah dikirim. termasuk baterai cadangan dan HT dikirim malam ini untuk mendukung kebutuhan team evakuasi,” kata Gusti dihubungi Sabtu malam (20/8).
Sebelumnya, WNA kelahiran Israel, Boaz Bar Anam berkebangsaan Portugal meninggal terjatuh di tebing sedalam ratusan meter di puncak Rinjani, Jumat pagi (18/8).
Korban terjatuh hingga meninggal dunia di puncak Rinjani, Jumat pagi, sekitar pukul 05.30 Wita. Posisi korban jatuh berada pada lereng bagian barat laut atau arah danau Segara Anak. Jarak korban jatuh sekitar 150 meter dan meninggal dunia. Dua tamu lain dibawa turun oleh Guide bernama Bullah (Bawak nao Sajang, Sembalun).
Kepala SPTN Wilayah II Lombok Timur, Benediktus Rio Wibawanto, S.Hut, MSc mengatakan, Jum’at sekitar pukul 07.18 Wita, pihaknya mendapat laporan dari Kepala Resort TNGR Sembalun bahwa Trekking Organize (TO) bernama Rudy Trekker memberikan informasi salah satu kliennya mengalami kecelakaan.
“Korban teregistrasi mendaki melalui pintu masuk Sembalun pada 18 Agustus, dengan kode booking : ERSPOQ8ETKPHQ,” jelasnya. Berdasarkan keterangan dari TO dan Guide bahwa korban pada saat sebelum jatuh melakukan foto selfie yang berada di tepi jurang puncak Rinjani. Informasinya juga korban kurang memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan. (jr)


