kicknews.today – Pergantian tahun Hijriyah memiliki makna khusus bagi Suku Sasak, penduduk asli Pulau Lombok. Datangnya 1 Muharrom menjadi momentum gadis dan pemuda suku Sasak meningkatkan kapasitasnya masing-masing.
Para gadis menjadikan momentum pergantian tahun Islam itu untuk mempercantik diri. Berbagai ritual khusus digelar dan dijalankan untuk tujuan mempersolek diri, tentu dengan tujuan positif menjadikan diri lebih menarik agar bisa memanjatkan cita dan impiannya.

Sementara momen malam pergantian tahun Islam bagi para pemuda Sasak adalah waktu yang paling tepat untuk meningkatkan ilmu kanuragan masing-masing. Banyak dari mereka yang pada momen tersebut bersibuk-sibuk melakukan pewarisan ilmu-ilmu kanuragan/kedigdayaan. Momen itu juga adalah waktu untuk “senjariq minyak senteguh“. (mengenai “senjariq minyak senteguh” akan saya jelaskan dilain kesempatan).
Malam pergantian tahun juga menjadi waktu sangat penting bagi Para Tetua Suku Sasak. Diwaktu itulah Orang Tua Sasak melaksanakan ritual memandikan benda-benda spiritual seperti: keris, tombak dan lain sebagainya.
Maka mestinya Suku Sasak yang masih memahami keistimewaan datangnya Bulan Muharrom akan ter-upgrade dan menjadi semakin istimewa setiap tahunnya.
*dikutip dari tulisan: Lalu Bayu Windiya, Ketua Majelis Adat Sasak, (31/07)


