Tahun ini banyak SD Negeri di Mataram kekurangan murid

kickenws.today – Tidak terdengar lumrah jika sekolah-sekolah negeri di wilayah perkotaan seperti di Mataram mengalami kondisi kekurangan siswa saat tahun ajaran baru mulai berlangsung. Biasanya sekolah-sekolah negeri di wilayah perkotaan, termasuk pada jenjang sekolah dasar hampir tak pernah mengalami kendala terkait jumlah anak didik yang masuk. Bahkan sering kali jumlahnya malah berlebih, sehingga terkadang harus ada pendaftar yang tidak dapat diterima dan bergeser ke sekolah swasta.

Namun pada penerimaan siswa baru tahun 2022 ini, sejumlah sekolah dasar negeri di Kota Mataram mengalami kekurangan siswa didik. Kondisi tersebut diamini oleh Liswati,SE.,MM. Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kota Mataram. Meski tidak menyebutkan secara detail jumlah sekolah dasar negeri yang mengalami kekurangan siswa, namun Ia mengaku kondisi itu memang terjadi kembali tahun ini.

“Sepertinya minat orang tua wali murid untuk memilih sekolah agama meningkat tahun ini. Di Mataram kan sekarang ada banyak SD IT dan Sekolah Madrasah yang menjadi pilihan orang tua untuk menyekolahkan anaknya,” aku Liswati saat ditemui di salah satu sekolah dasar negeri di mataram, (27/7).

Jumlah kekurangan siswa yang dialami sekolah-sekolah dasar negeri di Mataram memang tidaklah signifikan. Rata-rata sekolah dasar negeri menerima dua kelas rombongan belajar, ada yang mengalami kekurangan siswa sejumlah dua atau empat siswa saja.

Menurut Liswati, minat orang tua yang banyak memilih sekolah agama dibanding sekolah umum, dikarenakan meningkatnya rasa kekhawatiran sejumlah orang tua siswa melihat perubahan kondisi sosial masyarakat saat ini. Derasnya perkembangan arus informasi akibat media sosial dinilai cukup menghawatirkan sehingga siswa perlu lebih banyak dibentengi dengan ilmu agama.

“Maka kami disekolah juga sudah punya banyak program untuk meningkatkan edukasi agama ini. Ada mengaji dan menghafal ayat dan do’a 15 menit sebelum masuk kelas, dan sholat bersama duha dan dzuhur untuk yang muslim. Ada juga kegiatan sembahyang dan ibadah bagi penganut agama selain muslim. Karena kami di sekolah umum siswa-siswinya ada juga yang non muslim,” sambung Liswati.

Informasi senada juga disampaikan oleh seorang wali siswa di Mataram. Ia menyebutkan lebih memilih madrasah untuk menyekolahkan cucunya karena menilai bahwa siswa akan mendapat edukasi lebih dibanding jika bersekolah di sekolah umum.

“Kalau sekolah agama kan dapatnya dua mas. Dunianya dapat dan akhiratnya juga dapat,” ungkap kakek yang enggan menyebutkan nama lengkapnya itu. (hl)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI