kicknews.today- Naiknya harga tiket pesawat belakangan ini dikeluhkan masyarakat. Bahkan Pemerintah Provinsi NTB sudah bersurat ke Kementerian Perhubungan untuk meminta kebijakan soal harga tiket yang dinilai memberatkan wisatawan.
“Kami harap Kemenhub RI bisa mempertimbangkan hal itu,” harap Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi dikonfirmasi, Rabu (27/7).

Yusron mengkhawatirkan tingginya harga akan berdampak terhadap turunnya minat wisatawan berkunjung ke NTB. Apalagi dalam waktu dekat beberapa event internasional digelar di Pulau Lombok. Seperti Iron Man dan GT World Challenge Asia pada Oktober serta World Superbike di sirkuit Mandalika, November 2022 mendatang.
“Event itu tentu membutuhkan penonton. Tingginya harga pesawat dikhawatirkan berdampak ke animo penonton,” jelas Yusron.
Berkaca pada event MotoGP lalu kata Yusron, sebagian besar penonton domestik. Seperti dari Jakarta, Surabaya, Kalimantan, Kalimantan dan Sulawesi.
“Pada event itu, NTB mampu menarik 100.000 wisatawan, dengan perputaran uang mencapai Rp606,7 miliar. Tentu ini peluang yang harus dipertahankan,” kata Yusron.
Tingginya harga tiket pesawat juga dikeluhkan warga lain. Mereka mengeluhkan harga tiket meningkat 30 persen dari biasanya.
“Rute Lombok-Bima sekarang Rp1,3 juta. Padahal biasanya berkisar Rp700 ribu sampai Rp900 ribu,” kata Saukani, warga Mpunda, Kota Bima.
Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bima, Rafidin. Beberapa bulan terakhir membuat sejumlah calon penumpang mengeluh dengan tingginya harga tiket pesawat.
Dia menilai tingginya harga tiket tersebut akibat keterbatasan maskapai yang beroperasi di wilayah NTB khususnya di Bandara Salahudin Bima. Karena itu, Rafidin meminta Pemerintah Kabupaten Bima bersama Pemerintah Kota Bima agar melakukan upaya menghadirkan maskapai lain untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat menggunakan transportasi udara.
“Solusi dari tingginya harga tiket sekarang adalah menghadirkan maskapai lain, agar mereka tidak bebas menaikan harga tiket,” ujarnya.
Rafidin juga menganggap kebijakan management maskapai di Bandara Bima terlalu berlebihan dengan menaikan harga tiket. Bayangkan saja, untuk tiket Bima-Lombok sekarang bisa capai Rp.1,3juta. Belum tiket Bima-Denpasar dan Bima-Jakarta. (jr)


