Potret pendidikan di Lombok Timur, Dewan: Sampai tidak terima siswa, karena sekolah rusak

kicknews.today- Gempa dahsyat yang mengguncang Pulau Lombok tahun 2018 masih membekas sampai sekarang. Beberapa bangunan sekolah yang rusak akibat musibah itu hingga saat ini masih ada yang belum diperbaiki.

Salah satunya, di daerah pelosok Lombok Timur yakni Pohgading, Kecamatan Pringgabaya. Kondisi itu pun disorot oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur, Daeng Paelori.

“Ada beberapa SD pasca gempa 2018 sampai hari ini belum diperbaiki, seperti salah satu SD yang saya kunjungi kemarin di Desa Pohgading,” ucap Daeng Paelori dikonfirmasi, Selasa (26/7).

Daeng mengaku prihatin dengan kondisi sekolah tersebut. Bahkan pihak sekolah tidak tidak menerima siswa baru, karena kondisi bangunan rusak dan tidak layak dipakai.

“Solusinya harus dirobohkan dan dibangun baru. Kalau tidak, itu akan berbahaya bagi siswa,” terangnya.

Kenyamanan belajar siswa menurut dia harus diprioritaskan. Tentu hal itu harus didukung kualitas bangunan yang memadai. Belum lagi kata Daeng, jarak orbitasi antara rumah siswa dan sekolah 1 kilometer lebih.

Mirisnya, pasca gempa sekolah tersebut sama sekali tidak tersentuh bantuan. Sementara sekolah-sekolah sebagian besar mendapat bantuan pusat dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Kami harap pihak Dinas Kebudayaan dan Pendidikan bisa mempertimbangkan hal itu,” harapnya.

Sekolah dasar di Pohgading menurut Daeng, mestinya diprioritaskan. Mengingat kondisi bangunannya sudah rusak parah.

“Kalau kita lihat SD yang dapat bantuan sekarang ini justeru yang bangunannya bagus. Harusnya didahulukan adalah sekolah yang rusak parah. Kasihan juga sama keadaan anak anak kita,” tuturnya.

Daeng juga menyinggung soal pembahasan yang selalu beralaskan anggaran. Berbicara soal anggara itu tidak ada istilah tidak mampu, jika pemerintah memiliki keinginan. Karena, kalau terlalu mengharapkan dana dari pusat itu tidak bisa, harusnya gencarkan melalui dana daerah. “Tidak ada yang tidak bisa. Bangun jalan saja sampai ratusan miliar kita mampu, walaupun dengan hutang. Apalagi bangun sekolah,” pungkasnya. (cit)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI