kicknews.today – Sebanyak 23 orang di Indonesia terdeteksi dugaan kasus Cacar Monyet atau Monkeypox di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan surat edaran kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk antisipasi penyebaran virus tersebut.
Kepala Bidang, Pencegahan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan, Dinkes Lotim, Budiman Satriadi mengatakan, sudah meneruskan himbauan Kemenkes ke semua jajarannya di Fasilitas Kesehatan (Faskes), untuk memantau perkembangan adanya gejala virus Cacar Monyet.

“Sudah kami teruskan himbauan Kemenkes kepada rumah sakit dan Puskesmas, terkait antisipasi adanya gejala Cacar Monyet ini,” kata Kepala Bidang, Pencegahan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan, Dinkes Lotim, Budiman Satriadi, Jumat (2/9).
Selain itu, Dikes juga menjalin komunikasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) NTB, dimana saat ini sedang melakukan penjagaan di Bandara Internasional Lombok (BIL atau BIZAM) untuk mengantisipasi penyebaran virus Cacar Monyet masuk di wilayah NTB.
“Tetap jalin komunikasi dengan KKP untuk melakukan kecurigaan terhadap virus Cacar Monyet ini,” kata Budiman.
Menurut Budiman, virus Cacar Monyet jauh berbeda dengan covid-19. Dari cara penularan virus cacar monyet terbiang lamban. Bagi yang terinfeksi juga pun tidak membutuhkan isolasi khusus seperti covid-19.
“Tidak harus isolasi khusus, cukup di rumah. Gejala dua sampai empat minggu itu, dengan istirahat khusus bisa sembuh sendiri dari Cacar Monyet,” tuturnya.
Dia juga menyebut, virus Cacar Monyet dapat menular melalui kontak erat. Ketika kulit bersentuhan langsung dengan orang yang terinfeksi cacar monyet tidak menutup kemungkinan tertular.
“Penyebaran Cacar Monyet melalui kontak erat yang paling banyak,” ujarnya.
Oleh karenanya, Budiman menghimbau masyarakat membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat. Sebab, lingkungan yang bersih akan bebas dari kuman dan bakteri pemicu penyakit Cacar Monyet. (cit)


