in

Gegabah Keluarkan Pernyataan, Kader Partai Gerindra di Bima Terancam Dicopot

kicknews.today – Dinilai gegabah dalam mengeluarkan pernyataan ke publik, terkait pasangan calon pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bima, salah satu kader yang menyebut dirinya Humas DPC Partai Gerindra Bima terancam dicopot.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) DPP Partai Gerindra H. Bambang Kristiono mengungkapkan, dalam perjuangan untuk memenangkan Pilkada dibutuhkan ketenangan, kesejukan, disiplin, dan kekompakan. Bukan jalan sendiri-sendiri, lebih-lebih mengeluarkan pernyataan dengan gegabah mengatasnamakan partai.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu juga menegaskan, jika masih ada kader Partai Gerindra yang terus bermanuver di luar kebijakan partai, maka pihaknya akan mengambil sanksi keras berupa pencopotan.

“Kalau terus bermanuver liar di luar kebijakan partai, maka dapat saya pastikan dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, mereka akan saya copot dan saya tertibkan,” tegasnya, Jumat (14/2).

Sebelumnya, seorang kader partai besutan Prabowo Subianto di Kabupaten Bima Ashar S Yaman, mengklaim Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Bima telah mencabut dukungan, terhadap Hj. Indah Dhamayanti Putri yang berpasangan dengan Dahlan.

Dikatakannya, Partai Gerindra telah mencoret nama pasangan bakal calon yang diusung Partai Golkar tersebut, karena calon petahana itu tidak berpasangan dengan kader Gerindra seperti Syamsudin dan Umayah.

Terkait pernyataan Ashar S Yaman yang dinilainya gegabah tersebut, H. Bambang yang merupakan “Samurai Prabowo” di NTB itu sangat menyesalkan manuver kader partai itu.

“Saya sangat kecewa dengan manuver kader Partai Gerindra Kabupaten Bima yang tidak tertib, tidak loyal, dan tidak sejalan dengan mekanisme yang telah berlangsung di internal partai,” sesalnya.

Menurutnya, selama ini ia telah mencoba untuk menahan diri agar tidak terjadi kegaduhan. Namun sikap oknum kader yang tidak berkoordinasi dalam membuat pernyataan ke ruang publik itu membuatnya naik pitam.

“Selama ini saya berusaha untuk menahan diri dan terus mengingatkan lewat saluran-saluran yang ada, supaya seluruh kader satu suara, kompak, dan tidak bikin gaduh,” ujarnya.

Ia pun mempertanyakan istilah Humas DPC Partai Gerindra, yang dipakai dalam mencabut dan membatalkan dukungan partai kepada pasangan bakal calon tersebut.

“Setahu saya tidak ada itu yang namanya jabatan Humas di susunan Kepengurusan Partai Gerindra. Corong perjuangan Partai Gerindra adalah para pimpinan partai, bukan yang mengklaim dirinya humas partai,” jelasnya.

“Saya kira jabatan humas partai, di Kepengurusan DPC Partai Gerindra Kabupaten Bima adalah jabatan ngarang-ngarang,” tandasnya.

Karena itu, pihaknya meminta agar semua kader dapat tertib dan mengikuti mekanisme partai, dalam menentukan siapa bakal calon yang akan diusung dalam kontestasi pilkada 23 September mendatang.

“Saya ingin partai ini tertib, disiplin, dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Semuanya harus terkendali dan tidak jalan sendiri-sendiri, karena mekanisme yang telah berjalan di Desk Pilkada Partai Gerindra Provinsi NTB telah mengambil keputusan,” terangnya.

“Keputusan tersebut telah diambilnya secara musyawarah mufakat serta kolektif kolegial, sebagaimana aturan yang berlaku dengan memperhitungkan banyak hal,” tambahnya.

Pihaknya mengimbau agar semua kader partai harus bersikap dewasa, kompak, bersatu, dan memberikan dukungan terhadap semua keputusan partai.

“Bukan malah membuat pernyataan-pernyataan yang bisa menjatuhkan wibawa partai,” ucapnya. (red)