in

Buyer Luar dan Dalam Negeri Serbu Table Top FTN Perdana IPI NTB

Table Top
Para buyer dan seller saling bertransaksi saat acara tabel top Lombok Hodden Paradise FTN

kicknews.todayTable Top Even Friendly Travel Networking (FTN) DPD Ikatan Pariwisata Indonesia (IPI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (12/2) siang, di Bencingah Kantor Bupati Lombok Barat diserbu buyer dan seller luar dan dalam negeri.

“Kami mengambil tema Hidden Lombok Paradise. Sebelumnya kami menargetkan akan mampu mendatangkan 150 bayar dengan 100 seller, baik dalam maupun luar negeri. Alhamdulillah, banyak mereka yang kami undang hadir di sini. Dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik,” ungkap Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) IPI NTB Ahmad Paozi.

“Cuman kendalanya kami kemarin, kami terkendala dengan waktu yang cukup singkat, kami kekurangan ruang waktu untuk mengundang mereka, makanya yang datang dari mancanegara, dari luar negeri tidak terlalu banyak,” tambahnya.

Ia menjelaskan, Table Top ini adalah acara yang dikemas dengan aspek self branding, dimana Lombok Hidden Paradise FTN berbeda dengan travel-travel umumnya yang diadakan di Indonesia.

“Kami lebih menitikberatkan pada brainly jaringan persahabatan, dengan membina persahabatan dalam mencari bisnis antara satu dengan yang lain, antara travel dengan hotel dan lainnya,” ujarnya.

Dikatakan, kegiatan Lombok Hidden Networking FTN tersebut merupakan kegiatan perdana IPI NTB, akan berlangsung selama lima hari yakni berakhir pada 16 Februari 2020 mendatang.

“Ini baru yang pertama kali, kita mengadopsi dari DPD-DPD yang ada di Indonesia. Kebetulan kami DPD NTB sudah satu tahun dan kami ini adalah acara kami yang pertama di tahun 2020 ini,” sebutnya.

Diungkapkan, sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART) organisasi, maka semua program yang dilaksanakan IPI NTB bertujuan untuk membantu pemerintah, dalam menambah jumlah pengunjung atau wisatawan yang datang ke NTB khususnya Pulau Lombok.

“Tahun depan kita bisa lebih maksimal, bisa mengundang rekan-rekan bayer dan seller, baik dari luar dan dalam negeri. Kami organisasi di NTB yang salah satu organisasi secara nasional legal, kita berbadan hukum, mudah-mudahan kami DPD NTB bisa menjadi sayapnya pemerintah, bisa menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan pariwisata Lombok,” tandasnya.

Menurutnya, bersama organisasi-organisasi yang bergerak di kepariwisataan, pihaknya bertekad memberikan yang terbaik khususnya untuk daerah.

“Kami tahu bahwa banyak organisasi, mungkin kita boleh beda bendera tetapi kita sama-sama punya tujuan yang sama, untuk mengembangkan pariwisata Lombok dan menaikkan jumlah kunjungan wisata,” ucapnya.

“Kami juga sangat berterimakasih kepada Pemkab Lombok Barat, yang telah memfasilitasi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan sukses. Lebih-lebih setelah ini atau nanti malam, kami diundang Gala Dinner di Pendopo Bupati,” tutupnya.

Senada dengan Ketua IPI NTB, manager salah satu hotel di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat mengungkapkan, dengan adanya even yang digelar IPI NTB tersebut akan dapat meningkatkan jumlah wisatawan, yang berkunjung ke Pulau Lombok khususnya Lombok Barat.

“Kita berharap dengan adanya tabel top ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, karena bayer kita bayar potensial yang akan membantu mempromosikan wisata Lombok, khususnya wisata Lombok Barat,” kata Manager Svarga Hotel Zulfadli.

Sebagai salah satu seller yang turut serta dalam kegiatan itu, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi DPD IPI NTB tersebut.

“Kami melihatnya sebagai hal yang positif, karena memang pascagempa potensi kita tidak baik. Jadi dengan adanya even ini kami berharap pelaku pariwisata, bisa meningkatkan potensi dirinya,” ujarnya.

Ia juga berharap dan menyakini bahwa peningkatan jumlah kunjungan wisata ke Pulau Lombok akan tercapai. Pasalnya, menurut yang akrab disapa Bang Zul itu, jumlah buyer yang melakukan transaksi di acara table top cukup menggembirakan.

“Lebih dari 150 bayer yang bertransaksi hari ini, yang akan membantu menjualkan kamar dan fasilitas yang ada di Lombok dalam rangka menjual wisata,” sebutnya. (red)