in

Oknum Pelajar di Lombok Tengah Ngaku Mencuri Beras Untuk Belanja

kicknews.today – Seorang oknum pelaja inisial WY (16) warga Desa Langko, Kecamatan Janaperia, Kabupaten Lombok Tengah harus mendekam dibalik penjara Polres Lombok Tengah. Ia ditangkap Satreskrim Polres Lombok, karena mencuri beras di salah satu gudang beras milik warga di wilayah Desa Langko.

Kepala Polsek Janaperia Lombok Tengah, IPTU Muhdar mengatakan, bahwa dari hasil interogasi yang sudah dilakukan pelaku nekat mencuri beras milik korban benama Moh Zaeni (55) warga Desa Langko untuk kebutuhan belanja. Selain itu juga, hasil mencuri beras itu digunakan untuk memperbaiki sepeda motor pelaku.

“Pelaku mengaku mencuri beras untuk kebutuhan belanja dan memperbaiki sepeda motornya,” ujar IPTU Muhdar kepada wartawan, Selasa (11/2).

Dijelaskan, bahwa pelaku tidak hanya sekali melakukan tindak pidana pencurian tersebut, bahkan dari pengakuan pelaku sudah melakukan pencurian sebanyak 6 kali dan kali terakhir setelah dirinya ditangkap oleh Polisi. Pelaku menjual beras curian tersebut kepada salah seorang warga yang saat ini sudah ditangkap dan dikenakan pasal 480 KHUP inisial SH (40) warga Desa Pendem, Kecamatan Janaperia.

“Beras yang dibeli dari pelaku WY itu sempat digunakan untuk bahan resepsi pernikahan anak dari pelaku SH yang saat ini di tahan di Polsel Kopang. Sedangkan Pelaku WY ditahan di Lapas Anak di Tojong-Ojong Kecamatan Batukliang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Satreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Priyo Suhartono yang dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan pelaku curat yang merupakan oknum pelajar tersebut.

“Betul mas, pelaku masih berstatus pelajar,” ujar AKP Priyo di kantornya, Senin (10/2).

Dijelaskan, pelaku ditangkap dalam operasi jaran gataring 2020, setelah adanya informasi dari masyarakat. Kemudian anggota melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku dari tempat persembunyian tanpa perlawanan.

“Pelaku dan barang bukti sudah kita amankan untuk proses lebih lanjut,” jelasnya.

Tindak pidana kasus curat itu terjadi pada hari Minggu tanggal 09 Februari 2020 sekitar pukul 01.30 wita. Pelaku masuk ke gudang beras milik korban dengan cara memanjat tembok pagar gudang sebelah selatan. Selanjutnya, pelaku masuk dan berhasil mengambil beras milik korban sebanyak tiga karung.

“Atas kejadian itu korban mengalami kerugian Rp 900 ribu. Kasus ini masih kita kembangkan,” pungkasnya. (Ade)