in

Hadiri HUT Pertuni, Gubernur NTB Beri Apresiasi kepada H. Rachmat dan Hj Putu Selly

Dari kiri: Ketua TP PKK NTB, Hj. Putu Selly, Ketua DPD Pertuni NTB, Gubernur NTB, dan H. Rachmat Hidayat saat pemotongan tumpeng pada peringatan HUT Pertuni ke-54

kicknews.today РGubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Zulkieflimansyah, memberi apresiasi kepada Pembina Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Provinsi NTB H. Rachmat Hidayat, SH. dan Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Si.,  yang telah memberikan perhatian kepada para penyandang tunanetra di NTB.

Apresiasi itu diungkapkan Gubernur, Ahad (26/1) sore, saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pertuni ke-54, di kediaman pribadi keluarga H. Rachmat Hidayat dan Hj. Putu Selly Andayani, Jalan Panji Masyarakat No. 15, Kota Mataram.

“Kita patut bersyukur kepada Allah dan berterimakasih kepada keluarga Bapak H. Rachmat dan Ibu Hj. Selly, atas kepedulian beliau terhadap saudara dan saudari kita yang difabel khususnya tunanetra,” ungkap Gubernur di depan puluhan penyandang tunanetra dan anak yatim.

Hadir didampingi Ketua Tim Penggerak PKK NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Gubernur menyampaikan kebahagian karena dapat berkumpul bersama keluarga besar Pertuni NTB, dalam nuansa sederhana namun penuh keceriaan.

“Lebih-lebih tadi saya mendapat kabar dari Bunda Selly bahwa Ketua DPD Pertuni NTB, mendapat kesempatan menempuh pendidikan pasca sarjana S.3-nya di Washington, Amerika Serikat,” ujarnya.

“Ini suatu hal yang luar biasa. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapat di Amerika, nantinya bisa ditularkan bagi saudara lainnya terutama dalam hal pendidikan,” imbuhnya.

Ditemui usai acara, Pembina Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pertuni NTB Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Si. mengatakan, posisi kita semua sama dan tidak istilah warga negara nomor dua. Kaum difabel seperti saudara kita yang tunanetra, juga memiliki hak untuk mengembangkan diri.

“Selamat kepada Ibu Fitri, Ketua Pertuni yang mendapatkan beasiswa ke Washington, Amerika, bulan Juni nanti insya Allah akan berangkat menempuh pendidikan S.3-nya di sana. Semua tunanetra itu sebetulnya bukan warga negara nomor dua, mereka sama dengan kita,” ucapnya.

Senada dengan Gubernur NTB, Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan NTB yang digadang turut serta dalam kontestasi Pilkada Kota Mataram September 2020 mendatang itu, berharap keberangkatan Ketua DPD Pertuni NTB Fitri Nugraha Ningrum, dapat menjadi spirit atau motivasi bagi penyandang difabel lainnya.

“Nah, kalau bisa di NTB ada Fitri Fitri lainnya juga. Jadi, mereka harus mengembangkan dirinya sendiri. Mereka juga harusnya bisa bangkit dengan kelebihan yang dimilikinya. Mungkin dari sisi penglihatan (mata, red) mereka terbatas, tapi perlu diketahui mereka punya indra keenam yang terkadang kita yang normal tidak memiliki,” sebutnya.

Pemilik nama Tanzilul Khodijah Amiroh, yang tersemat saat berikrar memeluk agama Islam itu berharap, perhatian dan kepedulian yang telah diberikan pemerintah kepada penyandang difabel lebih ditingkatkan.

“Kami dari Pertuni berharap supaya lebih ditingkatkan lagi,¬†misalnya bagi saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus ada tempat bermainnya, harus ada taman bermainnya, taman bacaan buat mereka. Harus juga ada diperhatikan di antaranya misalnya ada lomba-lomba buat mereka,” harapnya.

“Namun kepada semua pengurus dan anggota Pertuni, juga saya bilang jangan hanya mengandalkan belas kasihan saja, mereka juga harusnya juga bisa bangkit dengan kelebihan yang dimilikinya,” lanjutnya.

Pun kepada masyarakat, pengusung jargon “Mataram Baru dan Harus Maju” itu berharap dapat menerima saudara-saudara kita yang difabel. (red)