in

Menteri PPPA RI Kunjungi Warga di Lingkar KEK Mandalika Resort

kicknews.today – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Bintang Puspayoga menyambangi warga yang berada di wilayah lingkungan Pariwisata Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort Desa Kuta Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Kunjungan kerja itu dalam rangka meninjau langsung permasalahan perempuan dan anak di wilayah destinasi wisata yang menjadi salah satu lokasi yang kerap menimbulkan korbannya baik anak dan perempuan.

Bintang Puspayoga mengatakan, bahwa permasalahan perempuan dan anak ini tidak ada habisnya di Provinsi NTB, baik anak yang dipekerjakan atau bahkan anak dan perempuan yang menjadi korban kekerasan baik kekerasan fisik, seksual dan kekerasan mental. Bahkan saat ini Provinsi NTB menjadi wilayah dengan nomor urut sembilan dari 34 Provinsi yang jumlah pekerja anak masih tinggi.

“Selama ini destinasi wisata menjadi salah satu lokasi yang kerap menimbulkan korbannya baik anak dan perempuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, sehingga ditengah pengembangan pariwisata KEK Mandalika ini, diperlukan untuk bagaimana menjalin sinergitas dengan semua element. Agar kedepan perempuan dan anak ini tidak selalu menjadi korban kekerasan dan perdagangan orang.

“NTB menempati posisi sembilan dari 34 Provinsi dari pekerja anak terbanyak,” jelasbya.

Oleh sebab itu, pihaknya dari kementerian memiliki program untuk bagaimana mengatasi permasalahan ini. Salah satu yang menjadi solusi agar permasalahan ini bisa selesai yakni dengan meningkatkan peran ibu terhadap anak- anaknya, termasuk bagaimana usaha untuk menurunkan angka pekerja anak dan mencegah pernikahan dini.

“Lombok memiliki potensi kerajinan yang luar biasa karena memang berbicara pariwisata maka korelasinya adalah kerajinan. Maka dengan majunya pariwisata diharapkan dengan dibarengi pemberdayaan perempuan dan anak,” jelasnya.

Ditegaskan, bahwa dengan banyaknya anggaran yang digelontorkan untuk Desa, maka sudah sewajarnya pihak desa juga peduli dengan menganggarkan bagaimana pemberdayaan anak dan perempuan itu. Bahkan pihaknya saat ini sedang melakukan seleksi untuk mencari tiga Kades terbaik yang mampu menangani masalah perempuan dan anak.

“Karena mereka adalah anak Indonesia yang harus kita lindungi, jadi ada forum anak juga saat Musrembang harus dilibatkan, karena anak tidak hanya menjadi obyek tapi subyek dalam membangun daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, wakil bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri menegaskan untuk menekan permasalahan anak memang pihaknya gencar melakukan pelatihan perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM) dengan tujuan untuk melibatkan semua unsur dan tokoh yang ada di masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam melakukan perlindungan terhadap anak.

“Sebelum program ini berjalan, di Desa Kuta telah terbentuk lembaga perlindungan anak desa (LPAD) yang bidang kegiatan dan struktur organisasi PATBM yang ada di Kuta mengikuti seteruktur LPAD yang telah terbentuk oleh yayasan galang anak semesta (GAGAS) yang salah satu wilayah binaannya adalah Desa Kuta,” pungkasnya. (Ade)