in

Tulang Manusia Ditemukan Dalam Sumur di Lombok Timur‎

kicknews.today – Warga Desa  Pringgebaya Utara, Kecamatan Pringgebaya, Kabupaten Lombok Timur digegerkan dengan ditemukan mayat yang tinggal tulang belulang dalam sumur yang berlokasi di kebun milik salah satu setempat, Senin (20|1) sekitar pukul 13.00 wita. Sementara identitas korban bernama Jafarudin alias Jepo (40) warga Pringgebaya Utara, sedangkan kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Pringgebaya, AKP Amar Makruf, SIK saat dikonfirmasi membenarkan kalau pihaknya telah menerima laporan mengenai adanya penemuan mayat di dalam sumur milik warga, dengan kondisi tulang belulangnya saja.

“Memang kami sudah terima laporan mengenai penemuan mayat didalam sumur tersebut,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penemuan mayat tersebut berawal dari adanya laporan warga mengenai adanya Tulang belulang di dalam sumur di lahan milik masyarakat. Dimana sebelumnya ke lokasi tersebut untuk mencari buah Kelapa yang jatuh. Mendapatkan laporan itu dirinya bersama anggotanya dan masyarakat langsung ke lokasi. Kemudian pada saat tiba tulang manusia itu memilah dengan menggunakan bambu, untuk mengangkatnya berupa bagian kaki korban.

“Pengakuan keluarga kalau korban hilang sekitar lebih 20 hari lamanya,” ujarnya.

‎Lebih lanjut Amar Makruf menjelaskan, barang bukti yang ditemukan dalam sumur pakain korban, topi dan kartu yang bertuliskan nama perusahaan. Setelah itu dari tim SAR bersama dengan anggota Badan Pramosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur dalam ke TKP untuk membantu mengevaluasi mayat korban.

“Mayat korban langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD dr.R.Soejono Selong untuk dilakukan visum,” tandasnya.

Ditempat terpisah Kasat Reskrim, AKP I Made Yogi Purusa Utama,SE.SIK menegaskan mengenai masalah penyebab kematian korban pihaknya masih melakukan lidik, akan tapi pihak keluarga mengihlaskan kepergian korban dan tidak mau melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

“Untuk ketahui penyebab kematian korban harus dilakukan otopsi, akan tapi pihak keluarga tidak mau,” pungkasnya. (Sul)