in ,

Daurah Ilmiah Kembali Tergelar di Pesantren NU Lombok Tengah

Syeikh Dr. Muhammad Ismail Usman Zain Al-Makky (kanan), Gubernur NTB (tengah), dan TGH. Ma'rif Makmun Diranse (kiri)

kicknews.today – Kajian suatu permasalahan dengan sudut pandang keilmuan, Kamis (16/1), kembali tergelar di Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Nahdlatul Ulama (NU) Manhalul Ma’arif, Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah. Even tahunan Majelis Khirriji Al-Haromain itu bertajuk “Daurah Ilmiah VIII” bersama Syeikh Dr. Muhammad Ismail Usman Zain Al-Makky, dosen Universitas Ummul Qura, Mekkah.

Dalam kesempatannya, Syeikh Dr. Muhammad Ismail Usman Zain yang merupakan putra Syeikh Ismail Muhammad Zain Al-Yamani itu mengungkapkan, kegiatan Daurah Ilmiah merupakan ajang silaturrahmi ilmiah antar para ulama di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Indonesia umumnya.

“Saya menyambut hangat acara ini. Acara ini diselenggarakan untuk kedua kalinya di pondok pesantren yang dipimpin oleh syaikh TGH. Ma’rif Makmun, untuk menuntaskan salah satu kajian kitab yang telah dipelajari bersama, dan juga dalam rangka yang kami sebut dengan silaturrahmi ilmiah,” ungkap Syeikh Ismail Usman.

Dikatakannya, dengan melihat antusias umat Muslim di NTB dalam mengikuti daurah ilmiah, menunjukkan bahwa NTB merupakan daerah yang dilingkupi kebahagiaan dengan nilai-nilai kebaikan.

Rasulullah Sallallâhu Alaihi Wasallam menyebutkan di dalam haditsnya, bahwasanya pertanda Islam seseorang atau Islam sebuah negara itu kuat, adalah ketika ilmu agama sudah tersebar luas,” katanya.

Pun sebaliknya, lanjutnya, sebagian daripada pertanda bahwa sebuah negara atau wilayah itu akan lemah, jika kebodohan yang diikuti dengan kemaksiatan tersebar luas di negara atau wilayah itu.

“Ilmu pengetahuan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan tersebut adalah nur atau cahaya, yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala terhadap orang-orang yang dipilih untuk menjadi bagian yang ada di dalamnya,” terang Syeikh Usman Ismail yang juga dosen Universitas King Abdul Aziz itu.

Sementara Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah yang hadir dan membuka secara resmi Daurah Ilmiah VIII, dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan ilmiah seperti ini, terkhusus kepada kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak Yayasan Pondok Pesantren Manhalul Ma’arif,” sebut Gubernur.

Dijelaskannya, menghadapi era tahun 2020 an diperlukan peningkatan kapasitas keilmuan di setiap bidangnya baik di bidang agama, sosial, politik, ekonomi, tekhnologi dan lainnya.

“Kita ketahui bahwa China sekarang sudah mampu menciptakan sebuah media elektronik, yakni handphone yang mampu men-translate semua bahasa yang ada di dunia. Jadi, para Tuan Guru sekiranya nanti diberikan waktu ke China tidak perlu mencari guide, karena teknologi sudah menjawab semua kebutuhan dan keperluan,” ucapnya.

Mengutip istilah Prof. Amin Abdullah yakni Teori Integrasi Interkoneksi, Gubernur menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas keilmuan di semua bidang diperlukan, sebab keilmuan agama akan terasa pincang jika tidak dibarengi dengan keilmuan lainnya, yang dalam istilah Prof. Amin Abdullah disebut dengan teori integrasi Interkoneksi.

“Pondok-pondok kita harus tetap menghadiri majelis ilmu seperti ini, kami ucapkan terima kasih kepada para masyaikh dan tuan guru yang telah menginisiasi acara Daurah Ilmiah ini,” kata Gubernur.

Orang nomor satu di NTB itu berharap kegiatan-kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, agar mendatangkan keberkahan bagi masyarakat dan daerah NTB.

“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyampaikan banyak terima kasih. Semoga di tahun-tahun mendatang, kegiatan kita lebih baik lagi dan mendatangkan peserta yang lebih banyak, sehingga Allah menghadirkan keberkahan buat Nusa Tenggara Barat,” tuturnya.

Sebelumnya, Pimpinan YPP NU Manhalul Ma’arif NU Darek TGH. Ma’rif Makmun Diranse, atas nama ahlul bait menyampaikan terima kasih kepada semua unsur yang turut serta, dalam menyukseskan acara daurah ilmiah tersebut. Terutama kepada Syeikh Ismail Usman yang telah meluangkan waktu untuk menuangkan ilmu di NTB.

“Beliau sengaja datang ke sini semata-mata mahabbah (kecintaan, red) kepada kita semua. Banyak beliau tinggalkan tugas-tugasnya di Mekkah. Kami sebagai penyelenggara atau atas nama panitia, mengucapkan jazakumullah, banyak-banyak terima kasih, Allah akan membalas kebaikan kita,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan permintaan maaf kepada para hadirin, atas keterbatasan sarana dan prasarana pelaksanaan daurah ilmiah.

“Mohon maaf yang sedalam-dalamnya karena tempat duduk yang tidak layak, tapi karena ilmu menjadi layak, insya Allah akan mendapat barokah karena kita akan diberikan ilmu oleh Beliau,” ucap alumnus Ma’had Shalatiyah itu.

Ditemui usai acara pembukaan, Ketua Panitia Daurah Ilmiah VIII Majelis Khirriji Al-Haromain TGH. Asrorul Haq, M.H.I. mengatakan, kegiatan itu merupakan daurah ilmiah kedua yang dilaksanakan di YPP NU Manhalul Ma’arif Darek.

“Daurah Ilmiah VIII ini adalah daurah kedua kali di Ponpes Manhalul Ma’arif, dimana dulu Daurah Ilmiah I dilaksanakan di tempat ini delapan tahun lalu,” ujarnya.

Dikatakan, kegiatan daurah yang dibuka pada sore itu akan dilaksanakan selama tiga hari, sebagai kelanjutan Daurah Ilmiah VII dengan kitab kajian “Maqâsid al-Bashir“.

Maqâsidul Bashir itu berbicara tentang Ilmu tasawuf dan sekarang dilanjutkan kajiannya dengab Maqâsid as-Syarî’ah. Ini akan dilakukan dengan marathon,” jelasnya.

Diungkapkan, selain bertujuan menyambung silaturahmi ilmu, melalui Daurah Ilmiah diharapkan mampu membentengi umat Islam di NTB khususnya Pulau Lombok, agar tidak terpapar paham-paham yang tidak jelas sumbernya.

“Harapan ke depan, paham Ahlussunnah wal Jamaah yang ada di Lombok bisa dipertahankan, lebih menyebar, dan lebih kuat lagi. Jangan sampai tergantikan dengan paham-paham yang datang belakangan,” tandasnya.

“Salah satunya organisasi NU ataupun NW, menganut paham Ahlussunnah wal Jamaah, dimana Ahlussunnah wal Jamaah lah yang bisa menggabungkan antara kebangsaan dengan agama, yang tidak memisahkan antara kebangsaan dengan agama,” jelasnya.

Untuk diketahui, seusai pelaksanaan Daurah Ilmiah di YPP NU Manhalul Ma’arif, Senin (20/1) mendatang, Syeikh Ismail Usman akan menghadiri Haul Ulama Haramain di Ponpes Darul Habibi NW Paok Tawah Kecamatan Bunut Baok.

Tampak hadir saat acara pembukaan Mustasyar PBNU TGH. Lalu Turmudzi Badruddin dan para tuan guru alumni Ma’had Shalatiyah di Pulau Lombok hingga Madura, Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili, FT, Wakil Bupati Lombok Tengah HL. Pathul Bahri, perwakilan Polda NTB, Danrem 162/Wira Bhakti, perwakilan dari Universitas Mataram Dr. Kurniawan, M.Hum., dan jajaran Forkopimda Lombok Tengah. (red)