in

Polisi Kantongi Nama Aktor Kasus Pengerusakan di Tambang Batu Gunung Tele

kicknews.today – Sat Reskrim Polres Lombok Tengah terus melakukan penyelidikan terhadap kasus pengrusakan peralatan Tambang Batu di Gunung Tele Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah yang dilakukan oleh warga beberapa waktu lalu. Pihaknya juga sudah sudah mengantongi nama-nama calon tersangka hingga aktor siapa sebenarnya dalang dibalik peristiwa tersebut, sehingga warga melakukan penolakan dan pengerusakan.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang mengatakan bahwa perkembangan kasus pengerusakan peralatan tambang batu di Gunung Tele itu, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap para terlapor. Namun, dari 7 orang yang terindikasi melakukan pengerusakan itu hanya 6 orang yang datan dan satu orang tidak datang.

“Kita sudah gelar perkara tadi malam dan ada nama lain yang muncul dalam BAP dari keterangan beberapa saksi. Sehingga untuk penetapan tersangka belum dilakukan,” ujar AKP Rafles di Kantornya, Jumat (10/1).

Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap beberapa saksi lainnya. Disamping itu pihaknya juga akan melakukan singkronisasi nama yang muncul di BPA dengan orang-orang yang ada di vido yang melakukan pengerusakan.

“Kami akan panggil lagi beberapa saksi yang diduga melakukan penghasutan. Karena ada aktor penggerak dalam kasus ini dan namanya sudah kita kantungi,” jelasnya.

Ditegaskan, bahwa dalam kasus pengerusakan peralatan tambang batu seluas 4,8 Hektare itu para terduga tersangka akan dikenakan banyam pasal atau pasal yang bebeda, sesuai dengan tindakan yang dilakukan.

“Ada yang dikenakan pasal 160 KUHP, ada yang dikenakan pasal 160 KUHP atau 170 KHUP. Karena ada yang melakukan perusakan saja dan ada yang menjadi penghasut dan melakukan pengerusakan,” tegasnya.

Disampaikan, bahwa dalam aksi itu warga menuntut tidak dilibatkan dalam proses perizinannya dan ada cagar budaya yang ada di wilayah tambang tersebut. Sehingga warga datang sekitar 100 orang melakukan aksi pengerusakan ditambang tersebut. Sehingga korban Lalu Muhammad Antik melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polres Lombok Tengah.

“Jumlah tersangka dalam kasus itu bisa puluhan orang termasuk aktor dibelakang aksi warga tersebut,” pungkasnya. (Ade)