in

Indonesia kini Punya Drone Elang Hitam Mirip Drone AS yang Bunuh Jenderal Iran

Drone Elang Hitam jenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) diperlihatkan di hanggar PT Dirgantara Indonesia (Persero), Bandung, Jawa Barat

kicknews.today – PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Senin (30/12) ternyata telah mengeluarkan purwarupa drone militer pertama buatan anak bangsa yang diproduksi di Bandung, Jawa Barat.

Pesawat tanpa awak buatan Indonesia ini sekilas mirip MQ-9 Reaper yang dibuat oleh General Atomics Aeronautical Systems, perusahaan AS yang spesialis memproduksi pesawat tanpa awak dan radar militer yang membunuh Jenderal Iran Qasem Suleimani dalam konfoi kendaraan pasukan elit Iran.

Elang Hitam adalah drone atau pesawat udara nirawak (PUNA) tipe medium altitude long endurance (MALE) yang mampu terbang tanpa henti selama lebih dari 24 jam.

Pesawat ini dikembangkan oleh Konsorsium Pesawat Terbang Tanpa Awak yang beranggotakan BPPT, Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Udara sebagai pengguna, Institut Teknologi Bandung sebagai mitra perguruan tinggi, PTDI sebagai mitra industri pembuatan pesawat, PT LEN Persero yang mengembangkan sistem kendali dan muatan, serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.

“Pesawat Tanpa Awak MALE Elang Hitam ini hasil rancang bangun, rekayasa dan produksi anak bangsa,” kata Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza di hanggar PTDI.

Nama Elang Hitam pada drone atau PUNA MALE ini diberikan oleh Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro.

Hammam Riza menjelaskan bahwa pengembangan PUNA MALE untuk mendukung kemandirian alat utama sistem pertahanan negeri serta mendukung kegiatan intelijen, pengawasan, pengintaian dan penargetan.

“PUNA MALE Elang Hitam ini rencananya akan dipersenjatai rudal dan mampu terbang dengan ketinggian jelajah hingga 23.000 kaki,” katanya.

Ia mengemukakan bahwa drone Elang Hitam juga dapat digunakan untuk melakukan pengawasan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik di wilayah darat maupun laut melalui pantauan udara.

Spesifikasi Elang Hitam:

Purwarupa pesawat udara nirawak (PUNA) hasil rancang bangun dan produksi anak bangsa telah diluncurkan di hanggar PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung (30/12/2019). Drone berjenis medium altitude long endurance (MALE) ini diberi nama “Elang Hitam”.

Pemantauan ini dilakukan dalam mengantisipasi ancaman yang terjadi di daerah perbatasan, serta kasus lain seperti terorisme, penyelundupan, pembajakan, hingga pencurian sumber daya alam di antaranya pembalakan liar dan pencurian ikan.

“Kebutuhan pengawasan dari udara yang efisien dan kemampuan muatan yang lebih besar dan jangkauan radius terbang yang jauh secara continue menjadi kebutuhan yang harus diantisipasi,” katanya. (red.)